Trauma Masa Kecil Tinggalkan Bekas di Otak

  • 16 Agt 2026 11:36 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Penelitian WashU Medicine dan Princeton University menemukan mekanisme biologi yang menghubungkan trauma masa kecil dengan gangguan mental saat dewasa.
  • Temuan menunjukkan dampak langsung trauma pada tingkat sel otak manusia, memberikan pemahaman biologis tentang konsekuensi jangka panjang dari pengalaman traumatis di masa anak-anak.
  • Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Neuron yang bereputasi tinggi dan disiarkan melalui SciTechDaily untuk jangkauan publik yang lebih luas.

RRI.CO.ID, Denpasar - Penelitian terbaru melacak jejak trauma masa kecil hingga ke dalam sel otak manusia. Para ilmuwan menemukan mekanisme biologi yang memicu gangguan mental saat Anda dewasa.

Tim peneliti dari WashU Medicine dan Princeton University memublikasikan temuan ini di jurnal Neuron. Laporan tersebut disiarkan melalui laman SciTechDaily untuk masyarakat luas.

Peneliti mengamati dampak stres anak pada area otak penghasil dopamin. Stres berat mengubah cara pengemasan DNA di dalam neuron tersebut.

Enzim SETD7 meningkat tajam dan melonggarkan struktur DNA bak mainan spiral. Kondisi ini membuat gen respons stres menjadi jauh lebih mudah aktif.

Data menunjukkan lebih dari separuh anak di dunia mengalami trauma fisik maupun mental. Anak dengan empat trauma atau lebih berisiko tinggi mengalami depresi saat dewasa.

Peneliti Meaghan Creed PhD menyebut trauma perkembangan meninggalkan bekas luka fisik pada sel. Bekas fisik ini membuat otak Anda jauh lebih sensitif terhadap tekanan baru.

Peneliti Catherine Jensen Peña PhD menegaskan pentingnya dukungan sosial sejak usia dini. Pengasuhan yang hangat mampu menjaga DNA anak agar tetap tangguh dan terlindungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....