Kapan Waktu Tepat Mengganti Spons Cuci Piring?

  • 22 Jun 2026 10:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Menjaga kebersihan peralatan makan dan memasak adalah hal wajib yang dilakukan di setiap rumah tangga. Namun, pernahkah Anda memperhatikan kondisi alat yang digunakan untuk membersihkannya? Banyak dari kita yang memiliki kebiasaan menggunakan spons cuci piring dalam waktu yang sangat lama bahkan baru menggantinya ketika bentuknya sudah hancur, robek, atau rontok.

Alih-alih membersihkan, spons cuci piring yang sudah dipakai berbulan-bulan justru bisa menjadi sumber penyakit bagi kesehatan keluarga. Struktur spons yang berpori, selalu basah, dan sering kali menyimpan sisa-sisa lemak makanan menciptakan lingkungan yang sangat sempurna bagi mikroorganisme untuk berkembang biak.

Berdasarkan data pengujian patogen dari Laboratorium Mikrobiologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), spons cuci piring bekas merupakan salah satu benda paling tercemar di dalam rumah. Bahkan, konsentrasi bakteri pada spons cuci piring yang jarang diganti dilaporkan jauh lebih tinggi dan lebih kotor dibandingkan dengan dudukan toilet umum.

Setiap sentimeter kubik pada spons yang lembap dapat menampung miliaran sel bakteri. Beberapa jenis bakteri berbahaya yang paling sering bersarang di dalam pori-pori spons antara lain:

  1. Escherichia coli (E. coli): Bakteri yang berasal dari sisa kontaminasi daging mentah atau sayuran kotor, yang menjadi penyebab utama diare parah dan kram perut.

  2. Salmonella sp.: Bakteri mematikan yang dapat berpindah ke piring atau sendok "bersih", memicu keracunan makanan hingga penyakit tifus.

  3. Staphylococcus aureus: Bakteri yang dapat memicu infeksi kulit atau gangguan pencernaan jika tidak sengaja tertelan melalui alat makan yang tercemar.

Kementerian Kesehatan RI melalui panduan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu spons rusak baru membuangnya. Waktu ideal untuk mengganti spons cuci piring secara total adalah setiap 2 hingga 4 minggu sekali, tergantung pada frekuensi pemakaian di rumah.

Namun, Anda harus segera membuang dan mengganti spons cuci piring tanpa menunggu waktu dua minggu jika sudah menemui ciri-ciri berikut:

  1. Sudah Memiliki Bau Tak Sedap: Bau asam atau apek pada spons adalah tanda pasti bahwa koloni bakteri di dalamnya sudah terlalu padat dan menghasilkan gas limbah organik.

  2. Warna Telah Berubah Kusam: Adanya noda hitam atau kecokelatan yang menetap pada spons mengindikasikan tumbuhnya jamur (fungi) di lapisan dalam pori-pori.

  3. Terasa Licin Saat Diperas: Jika spons terasa licin meskipun sudah dibilas tanpa sabun, itu menandakan terbentuknya biofilm (lapisan pelindung yang dibuat oleh bakteri agar mereka bertahan hidup dari sabun cuci piring).

Agar spons tidak cepat menjadi sarang penyakit sebelum masa gantinya tiba, lakukan langkah perawatan sederhana ini setiap hari:

  1. Bilas dan Peras Hingga Kering: Selesai mencuci piring, bilas spons dengan air mengalir sampai sisa busa dan lemak hilang. Peras sekuat tenaga hingga tidak ada air yang menggenang di dalamnya.

  2. Simpan di Tempat Kering: Jangan pernah merendam spons di dalam mangkuk berisi air sabun setelah selesai digunakan. Letakkan spons di wadah berlubang yang memiliki sirkulasi udara baik agar spons cepat kering.

  3. Sanitasi Berkala: Sekali dalam beberapa hari, Anda bisa merendam spons di dalam air mendidih selama 5 menit atau merendamnya dalam larutan cuka dapur untuk membantu membunuh bakteri yang mulai berkembang di dalam pori-pori.

Menghemat pengeluaran rumah tangga adalah hal yang baik, namun menghemat biaya pembelian spons dengan mengorbankan kesehatan pencernaan keluarga tentu merupakan langkah yang keliru. Mulai hari ini, mari lebih disiplin dalam mencatat waktu pemakaian spons cuci piring di dapur kita demi menjaga kebersihan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....