Aplikasi Mental Health Harus Paham Kebutuhan Anda

  • 16 Agt 2026 11:44 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Layanan kesehatan mental digital memerlukan pendekatan yang personal dan disesuaikan dengan kebutuhan individual pengguna agar efektif mengatasi masalah psikologis.
  • Penelitian dari Farzad Jahedi di Universitas Queensland menemukan bahwa platform psikologi digital saat ini sering mengabaikan faktor latar belakang sosial dan budaya pengguna.
  • Studi yang melibatkan kerja sama dengan CSIRO Australia telah menganalisis ratusan jurnal ilmiah untuk mengidentifikasi kelemahan dalam pendekatan layanan kesehatan mental digital.

RRI.CO.ID, Denpasar - Layanan kesehatan mental digital memerlukan pendekatan personal agar efektif membantu masalah psikologis Anda. Platform psikologi digital saat ini kerap melupakan latar belakang sosial dan budaya para penggunanya.

Fakta penting ini terungkap lewat penelitian terbaru besutan Farzad Jahedi dari Universitas Queensland. Riset yang bekerja sama dengan lembaga CSIRO Australia ini menelaah ratusan jurnal ilmiah.

Tim peneliti mengumpulkan 879 artikel seputar intervensi psikologis digital untuk usia 12-26 tahun. Mereka menyaring ribuan data tersebut hingga menemukan 25 studi yang paling relevan.

Dokumen publik riset ini dipublikasikan secara resmi melalui laman National Library of Medicine. Hasil analisis menunjukkan 14 studi tidak memperhitungkan faktor latar belakang sosial penggunanya.

Hanya 11 penelitian yang memperhatikan pengaruh gender serta etnisitas dalam terapi digital. Unsur lokasi tempat tinggal dan status pekerjaan pengguna malah masih sangat terabaikan.

Peneliti Jillian C Ryan menyatakan bahwa keberagaman sosial sangat mempengaruhi kenyamanan terapi, ujar peneliti. Aplikasi kesehatan mental harus dirancang lebih inklusif demi memberikan solusi nyata bagi Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....