Burnout dan Hilangnya Harmoni dalam Dunia Kerja Modern
- 05 Jun 2026 09:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Perkembangan dunia kerja yang semakin cepat membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di Bali. Jika dahulu masyarakat dikenal dengan ritme hidup yang lebih seimbang dan mengedepankan hubungan harmonis, kini tuntutan pekerjaan dan target produktivitas sering kali membuat banyak pekerja menghadapi tekanan yang tidak ringan.
Dalam acara Rahina Ayu pada Kamis, 6 Juni 2026, Dokter dan Psikiater, Prof. Cok Bagus Jaya L, SpKJ(K),MARS mengungkapkan, perubahan pola kerja yang terjadi saat ini membuat banyak orang kehilangan ruang untuk beristirahat dan membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut berpotensi memicu burnout atau kelelahan mental akibat tekanan pekerjaan yang berlangsung terus-menerus.
Menurutnya, burnout tidak hanya menjadi persoalan individu, tetapi juga berkaitan erat dengan sistem dan budaya kerja yang diterapkan di lingkungan kerja. Ketika pekerja terus dituntut untuk produktif tanpa memiliki waktu yang cukup untuk memulihkan diri, maka keharmonisan dalam bekerja perlahan mulai memudar.
Sementara itu, dr. Made Peri Ardiana K. menjelaskan bahwa burnout dapat dikenali melalui beberapa tanda, seperti kelelahan fisik dan mental yang berkepanjangan, menurunnya semangat kerja, berkurangnya konsentrasi, hingga penurunan prestasi dan produktivitas. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai kelelahan biasa, padahal jika dibiarkan dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius.
Untuk mencegah kondisi tersebut, Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ (K) mengingatkan pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri untuk melepaskan beban dan tekanan yang dirasakan. Setiap orang dapat menemukan cara yang sesuai, mulai dari beristirahat, melakukan aktivitas yang disukai, hingga melatih ketenangan diri agar dapat kembali memahami kebutuhan dan kondisi mentalnya.
Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif, menjaga kesehatan mental menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Produktivitas memang diperlukan, namun keseimbangan hidup dan hubungan yang harmonis dengan diri sendiri maupun lingkungan sekitar tetap menjadi fondasi utama dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan bermakna.
Melalui kesadaran bersama antara pekerja dan lingkungan kerja, diharapkan budaya kerja yang lebih manusiawi dapat terus dibangun, sehingga semangat berkarya dapat tumbuh seiring dengan terjaganya kesehatan mental dan keharmonisan hidup masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....