Mengapa Kombinasi Latihan Otot dan dan Kardio Penting untuk Semua Usia?
- 14 Agt 2026 12:57 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Aktivitas fisik sering identik dengan penurunan berat badan dan sulit dilakukan. Olahraga pun terasa berat dilakukan karena malas bergerak serta khawatir akan terjadi masalah persendian saat berolahraga. Padahal, konsistensi berolahraga merupakan investasi jangka panjang yang sangat krusial untuk menjaga kualitas fisik dan kesehatan mental.
Kunci utama kebugaran tubuh ternyata tidak hanya bertumpu pada latihan kardio, melainkan pada keseimbangan antara latihan kekuatan otot atau strength training dan latihan kardio.
Wirati Astiti, runner asal Denpasar menyampaikan, banyak orang terutama lansia
, mengandalkan jalan kaki harian di taman sebagai satu-satunya rutinitas olahraga. Meskipun bermanfaat bagi jantung, aktivitas tersebut belum cukup jika tidak diimbangi dengan latihan kekuatan.
"Ketika memasuki usia 40 tahun ke atas, massa dan kekuatan otot manusia alami menyusut. Tanpa strength training, otot akan melemah," ujar Wirati dalam siaran Beranda Astacita di Pro 1 RRI Denpasar.
Kekuatan otot sangat vital untuk menunjang berbagai aktivitas harian lansia, mulai dari mengasuh cucu, bepergian, hingga kemandirian dasar seperti naik tangga dan beraktivitas di kamar mandi. Otot yang kuat berfungsi menopang sendi sekaligus meminimalkan risiko terjatuh di area licin.
Begitu pula dengan anak muda yang gemar berolahraga seperti bulu tangkis, tenis, atau padel juga memerlukan strength training sebagai fondasi untuk mencegah cedera dan meningkatkan performa di lapangan.
"Latihan kardio sangat bagus untuk kesehatan jantung dan paru-paru. Namun, agar tubuh seimbang dan bugar, strength training adalah fondasinya," jelas Wirati.
Memulai latihan otot tetapi terkendala biaya atau akses fasilitas, latihan kekuatan tidak harus dilakukan di pusat kebugaran dengan beban berat.
Anda dapat memanfaatkan beban tubuh sendiri yang bisa dilakukan di rumah selama 30 menit. Beberapa gerakan dasar yang efektif secara bertahap yang bisa anda coba, seperti squat, plank, push-up, dan sit-up.
Lalu bagaimana cara menghilangkan rasa malas berolahraga? bagi pemula, cara praktis membangun kebiasaan berolahraga dapat dimulai dengan menggunakan pakaian olahraga yang menarik. Menurut WIrati, memakai outfit dan sepatu olahraga favorit dapat mendongkrak rasa percaya diri dan motivasi.
Tidak perlu berlari, anda dapat memulai olahraga dengan langkah kecil. cukup niatkan untuk berjalan kaki secara konsisten. Bagi pemula, sangat dianjurkan untuk tidak langsung mengambil latihan berintensitas tinggi, agar terhindar dari lonjakan detak jantung mendadak serta risiko cedera.
Efek psikologis dari bergerak biasanya akan mendorong Anda untuk melanjutkan olahraga. Serta, berolahraga bersama rekan atau komunitas dapat memberikan dorongan semangat dan konsistensi ekstra.
Berolahraga secara teratur tidak hanya mencegah penyakit kronis, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan mental dan kualitas tidur. Wirati membagikan pengalaman pribadinya saat mulai rutin berlari pagi di usia kepala lima untuk mengatasi insomnia. Rutinitas tersebut terbukti efektif mengembalikan pola tidurnya menjadi normal.
"Lari pagi memberikan efek pelepasan stres ditambah paparan sinar matahari pagi yang menyehatkan fisik dan psikis. Banyak rekan pelari muda juga merasakan manfaat serupa," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....