Mengapa Anak Muda Kini Banyak Mengalami Sakit Punggung?

  • 19 Jun 2026 11:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Sakit punggung yang dahulu lebih sering dikaitkan dengan usia lanjut, namun kini semakin banyak dialami oleh anak muda. Keluhan ini dirasakan oleh pekerja kantoran, mahasiswa, hingga pekerja kreatif yang menghabiskan banyak waktu di depan layar.

Perubahan gaya hidup modern menjadi salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya kasus nyeri punggung pada kelompok usia produktif. Salah satu penyebab utama adalah kebiasaan duduk terlalu lama.

Aktivitas belajar, bekerja, hingga hiburan kini banyak dilakukan di depan layar. Menurut Mayo Clinic, duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam dapat memberikan tekanan berlebih pada otot dan tulang belakang.

Kebiasaan ini dapat memicu ketegangan otot dan nyeri pada area punggung bawah maupun leher. Selain duduk terlalu lama, penggunaan gawai yang berlebihan juga berkontribusi terhadap munculnya nyeri punggung.

Banyak anak muda terbiasa menundukkan kepala saat menggunakan ponsel dalam waktu lama. Posisi ini meningkatkan beban pada tulang belakang bagian leher dan punggung atas.

Hal ini yang dapat menyebabkan rasa pegal, kaku, hingga nyeri kronis apabila berlangsung terus-menerus. Kurangnya aktivitas fisik juga menjadi faktor yang tidak kalah penting. Otot-otot inti tubuh (core muscles) berfungsi menopang tulang belakang.

Menurut National Health Service, ketika seseorang jarang berolahraga maka kekuatan otot tersebut dapat menurun. Kemampuan tubuh untuk menjaga postur dan menopang beban menjadi berkurang. Akibatnya, risiko mengalami nyeri punggung menjadi lebih tinggi.

Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah stres. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikologis dapat memengaruhi kesehatan fisik, termasuk meningkatkan ketegangan otot pada area punggung dan bahu.

Untuk mengurangi risiko sakit punggung, disarankan agar anak muda membiasakan postur tubuh yang baik saat duduk maupun berdiri. Selain itu juga rutin berolahraga, melakukan peregangan setiap beberapa jam, serta membatasi penggunaan gawai secara berlebihan.

Menjaga berat badan ideal dan mengelola stres juga dapat membantu menjaga kesehatan tulang belakang. Risiko nyeri punggung dapat diminimalkan dengan menerapkan gaya hidup yang lebih aktif dan memperhatikan kesehatan postur tubuh sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....