Weather Sensitivity, saat Perubahan Cuaca Memengaruhi Kondisi Tubuh

  • 30 Jul 2026 11:43 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Tidak sedikit orang mengaku suasana hati berubah saat langit mendung atau sendi terasa lebih nyeri menjelang hujan. Fenomena ini dikenal sebagai weather sensitivity atau kepekaan terhadap perubahan cuaca dan telah menjadi perhatian dalam berbagai penelitian kesehatan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan cuaca memang dapat memengaruhi sebagian orang, meski dampaknya tidak selalu sama pada setiap individu. Faktor seperti suhu, kelembapan, tekanan udara, dan intensitas sinar matahari diduga berperan dalam memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis seseorang.

Salah satu keluhan yang paling sering dikaitkan dengan perubahan cuaca adalah nyeri sendi, terutama pada penderita osteoartritis. Systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan dalam Annals of Medicine menemukan adanya hubungan antara kelembapan yang lebih tinggi, perubahan tekanan udara, serta suhu yang lebih rendah dengan peningkatan intensitas nyeri pada sebagian penderita osteoartritis.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa cuaca bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi munculnya nyeri. Aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, hingga kondisi kesehatan masing-masing individu juga berperan sehingga hubungan antara cuaca dan nyeri masih terus diteliti.

Perubahan cuaca juga dapat memengaruhi suasana hati. Berkurangnya paparan sinar matahari diketahui memengaruhi ritme sirkadian serta produksi hormon seperti melatonin dan serotonin yang berperan dalam mengatur pola tidur dan suasana hati, sehingga sebagian orang merasa lebih lesu atau kurang bersemangat ketika cuaca mendung berlangsung cukup lama.

Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi kenyamanan saat bekerja maupun belajar, meski dampaknya berbeda pada setiap orang. Cuaca yang terlalu panas, terlalu dingin, atau lembap dapat membuat sebagian orang lebih cepat merasa lelah dan sulit berkonsentrasi.

Para ahli menilai bahwa sensitivitas terhadap cuaca tidak dimiliki setiap orang dalam tingkat yang sama. Penderita penyakit kronis, seperti radang sendi atau migrain, umumnya lebih mudah merasakan perubahan kondisi tubuh ketika cuaca berubah dibandingkan orang yang tidak memiliki keluhan tersebut.

Weather sensitivity bukan berarti cuaca selalu menjadi penyebab utama munculnya keluhan kesehatan. Menjaga pola tidur, tetap aktif bergerak, memenuhi kebutuhan cairan, mengelola stres, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika keluhan sering berulang tetap menjadi langkah yang lebih penting untuk menjaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....