Tanaman ini Dulu Tak Dianggap, Kini jadi Komoditas Mahal di Pasar Dunia

  • 29 Jun 2026 15:30 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID., Denpasar – Dikutip dari lama resmi halodoc.com, Tanaman porang atau yang juga dikenal sebagai iles-iles merupakan umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri. Meski terkesan asing, tanaman herbal yang satu ini kerap dijadikan sebagai bahan baku pembuatan shirataki. Selain itu, tanaman porang juga kerap dijadikan sebagai bahan baku tepung.

Menurut studi berjudul Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume); Deskripsi dan Sifat-sifat Lainnya, Amorphophallus spp. awalnya ditemukan di daerah tropik dari Afrika sampai ke pulau-pulau Pasifik. Kemudian, tanaman ini menyebar ke daerah beriklim sedang seperti Cina dan Jepang. Nah, jenis A. muelleri Blume, awalnya ditemukan di kepulauan Andaman India, lalu menyebar ke arah timur melalui Myanmar dan masuk ke Thailand serta ke Indonesia.

Sekilas, tanaman iles-iles mirip dengan tanaman suweg atau Amorphophallus Campanulatus), iles-iles putih atau Amorphophallus Spp, dan walur (Amorphophallus variabilis). Namun, tanaman iles-iles memiliki ciri khas yang dapat membedakannya dengan beberapa tanaman tersebut. Mulai daun lebar dengan ujung daun runcing berwarna hijau muda, sekaligus kulit batangnya halus berwarna belang hijau dan putih.

Dahulu kala, tanaman ini sering dianggap tidak bernilai. Siapa sangka, saat ini menjadi komoditas yang bernilai tinggi di pasar internasional. Umbi asli asal Indonesia ini, kini memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi dibanding dulu.

Saat ini porang dikenal sebagai komoditas ekspor yang paling diminati di dunia. Porang sangat dibutuhkan oleh banyak negara karena mengandung glukoman, serat alami yang banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Glukoman biasanya digunakan sebagai bahan mi shirataki, makanan rendah kalori, pengental makanan, bahan kapsul farmasi, kosmetik, hingga industri kertas. Tak heran banyak permintaan dan membuka peluang ekonomi bagi banyak petani khususnya di Indonesia.

Dikutip dari akun instagram @infarm.id, Pada masa pertumbuhan industri, ekspor porang Indonesia bahkan pernah meningkat sekitar 160% dibanding tahun sebelumnya.

Potensi porang masih terus dikembangkan karena permintaan pasar internasional terhadap produk olahannya tetap tinggi. Kadang, yang dulu dianggap biasa justru menjadi peluang besar ketika dunia mulai membutuhkannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....