Fenomena FOMO Dorong Remaja Mencoba Rokok Elektronik
- 03 Jun 2026 10:26 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan remaja tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan teman sebaya, tetapi juga oleh faktor psikologis. Salah satu faktor yang kini menjadi perhatian adalah fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yakni perasaan takut tertinggal dari tren atau aktivitas yang dilakukan oleh kelompok pergaulan.
Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah Bali, Ni Made Dian Kurniasari, mengatakan fenomena FOMO turut berkontribusi terhadap munculnya perilaku mencoba rokok elektronik pada remaja. Temuan tersebut juga ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di Universitas Udayana.
“Berkaitan dengan faktor-faktor pribadi, misalnya rasa ingin tahu atau bahkan pada remaja mungkin ada istilahnya FOMO, Fear of Missing Out. Ini dari penelitian yang baru-baru ini juga dikerjakan oleh tim di Udayana Sentral juga menemukan fenomena ini,” ujar Dian kepada RRI di Denpasar.
Menurut Dian, rasa takut tertinggal dari lingkungan pergaulan membuat sebagian remaja terdorong untuk mencoba vape ketika melihat teman-temannya menggunakannya. Keinginan untuk diterima dalam kelompok sosial dan rasa penasaran terhadap pengalaman yang dianggap sedang tren menjadi faktor pendorong yang cukup kuat.
“Jadi kalau melihat temannya nge-vape, pengen tahu, jadi pengen ikut untuk mencoba. Kemudian menjadi ketagihan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa perilaku mencoba rokok elektronik yang awalnya didorong rasa penasaran berisiko berkembang menjadi kebiasaan. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar remaja memahami dampak penggunaan rokok elektronik terhadap kesehatan.
IAKMI Bali menilai edukasi yang menyasar langsung kelompok remaja perlu terus diperkuat. Selain itu, keterlibatan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar juga memiliki peran penting dalam membangun pemahaman bahwa penggunaan rokok elektronik bukanlah bagian dari gaya hidup yang harus diikuti.
Melalui pendekatan tersebut, diharapkan remaja dapat lebih kritis dalam menyikapi tren yang berkembang di lingkungan pergaulan serta mampu mengambil keputusan yang lebih sehat bagi dirinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....