Mengapa Microsleep Terjadi dan Bagaimana Cara Menghindarinya?
- 25 Jun 2026 12:10 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur secara singkat selama beberapa detik tanpa disadari. Meskipun berlangsung sangat singkat, kondisi ini dapat membuat seseorang kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar untuk sementara waktu.
Microsleep sering terjadi saat seseorang merasa sangat lelah. Seringkali terjadi saat melakukan aktivitas seperti menonton, bekerja di depan komputer, dan yang paling fatal adalah saat mengemudi.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, penyebab utama microsleep adalah kurang tidur. Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, otak akan berusaha "mengambil" waktu tidur meskipun seseorang sedang beraktivitas. Semakin besar utang tidur yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula risiko mengalami microsleep.
Selain kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur juga dapat meningkatkan risiko microsleep. Kebiasaan begadang, tidur larut malam, dan perubahan jam tidur secara drastis mengganggu ritme tubuh. Hal ini yang membuat rasa kantul muncul sesaat pada waktu yang tidak diinginkan.
Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, dan narkolepsi juga rentan membuat seseorang mengalami microsleep. Gangguan tersebut membuat kualitas tidur menurun sehingga tubuh tetap merasa lelah meski waktu tidur terlihat cukup.
Terdapat beberapa tanda microsleep yang bisa dikenali menurut National Sleep Foundation. Mulai dari mata yang terasa berat, sering menguap, sulit berkonsentrasi, kehilangan, hingga tidak mengingat aktivitas terakhir yang dilakukan.
Cara paling efektif untuk mencegah microsleep adalah dengan memastikan kebutuhan tidur terpenuhi setiap malam. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur selama 7 hingga 9 jam per malam agar tubuh dan otak dapat berfungsi secara optimal pada keesokan harinya.
Selain itu, menjaga jadwal tidur yang konsisten juga penting. Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari membantu tubuh mempertahankan ritme biologis yang sehat. Jika harus melakukan perjalanan jauh atau bekerja dalam waktu lama, luangkan waktu untuk beristirahat secara berkala agar tingkat kewaspadaan tetap terjaga.
Jika rasa kantuk berlebihan sering terjadi meskipun waktu tidur sudah cukup, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menemukan penyebab yang mendasari dan menentukan penanganan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....