Bekerja Tak Lagi Bermakna: Mengenali Tanda-Tanda Burnout
- 05 Jun 2026 09:30 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kesibukan dan tuntutan pekerjaan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Di tengah ritme kerja yang semakin cepat, banyak pekerja berusaha memenuhi target dan tanggung jawab yang terus bertambah. Namun di balik produktivitas yang dikejar, tersimpan persoalan yang kian mendapat perhatian, yakni burnout atau kelelahan mental akibat tekanan pekerjaan yang berkepanjangan.
Dalam acara Rahina Ayu pada Kamis, 6 Juni 2026, Dokter dan Psikiater, Prof. Cok Bagus Jaya L, SpKJ(K),MARS menjelaskan bahwa perubahan pola kerja saat ini membuat banyak orang kehilangan ruang untuk membangun hubungan yang harmonis, baik dengan lingkungan kerja maupun dengan dirinya sendiri.
Menurutnya, dahulu masyarakat Bali dikenal memiliki ritme hidup yang lebih seimbang. Proses bekerja tidak selalu diburu waktu sehingga karya yang dihasilkan memiliki karakter dan makna. Namun seiring perkembangan industri dan tuntutan produktivitas, banyak pekerja kini lebih fokus mengejar target dibanding menikmati proses yang dijalani.
Kondisi tersebut dapat memunculkan berbagai tanda burnout yang sering kali tidak disadari. Mulai dari rasa lelah yang berkepanjangan, kehilangan semangat bekerja, sulit berkonsentrasi, hingga munculnya perasaan jenuh terhadap pekerjaan yang sebelumnya disukai. Bahkan, seseorang dapat mulai menarik diri dari lingkungan kerja dan mengalami penurunan produktivitas.
dr. Made Peri Ardiana K. menjelaskan bahwa burnout bukan sekadar rasa lelah biasa. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan mental yang lebih serius, seperti kecemasan maupun depresi. Karena itu, penting bagi setiap pekerja untuk mengenali perubahan yang terjadi pada dirinya sejak dini.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, SpKJ (K) mengingatkan pentingnya memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dan melepaskan tekanan yang dirasakan. Menurutnya, setiap orang memiliki cara berbeda untuk memulihkan diri, mulai dari melakukan aktivitas yang disukai, menenangkan pikiran, hingga melakukan refleksi terhadap kondisi yang sedang dihadapi.
Di tengah dunia kerja yang terus bergerak cepat, kesehatan mental menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan pencapaian kerja itu sendiri. Ketika seseorang mulai kehilangan makna dalam pekerjaannya, bisa jadi hal tersebut merupakan sinyal bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian. Dengan mengenali tanda-tanda burnout lebih awal, diharapkan para pekerja dapat menjaga keseimbangan hidup dan tetap menemukan semangat dalam setiap karya yang dihasilkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....