Bukan Sekadar Kependekan, Ini Waktu Terbaik Memotong Kuku Menurut Medis

  • 24 Jun 2026 05:36 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Memotong kuku adalah salah satu rutinitas kebersihan dasar yang dilakukan oleh semua orang. Namun, banyak dari kita yang hanya menjadikan panjangnya kuku sebagai satu-satunya tolok ukur kapan harus mengambil gunting kuku. Di samping itu, di tengah masyarakat juga masih kental beredar mitos larangan memotong kuku pada malam hari karena dianggap bisa membawa sial.

Dari sudut pandang medis dan dermatologi (kesehatan kulit), menentukan waktu yang tepat untuk memotong kuku sebenarnya memiliki panduan ilmiah tersendiri. Memilih waktu dan kondisi tubuh yang pas saat memotong kuku sangat penting untuk mencegah terjadinya luka, infeksi bakteri, hingga kuku yang tumbuh ke dalam (cantengan).

Para pakar kesehatan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) sangat menyarankan waktu terbaik untuk memotong kuku adalah sesaat setelah mandi atau saat Anda selesai merendam kaki dan tangan.

Mengapa kondisi ini disebut sebagai waktu paling ideal?

  1. Kuku Lebih Lunak: Air yang terserap selama mandi akan menghidrasi jaringan keratin pada kuku. Hal ini membuat kuku yang keras menjadi jauh lebih lunak dan fleksibel, sehingga sangat mudah dipotong tanpa membutuhkan energi ekstra.

  2. Mencegah Kuku Retak: Memotong kuku dalam keadaan kering dan keras berisiko tinggi memicu keretakan atau pecahan di sepanjang garis kuku. Retakan mikro ini bisa menjadi pintu masuk bagi jamur dan bakteri.

  3. Pembersihan Instan: Setelah mandi, sela-sela kuku berada dalam kondisi paling bersih dari kotoran atau tanah yang menyelip, sehingga meminimalkan risiko infeksi jika terjadi luka tidak sengaja.

Kementerian Kesehatan RI lewat kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mengingatkan bahwa pertumbuhan kuku tangan dan kuku kaki manusia memiliki kecepatan yang berbeda. Oleh karena itu, waktu pemotongannya pun tidak bisa disamakan:

1. Kuku Tangan (1 hingga 2 Minggu Sekali)

Kuku tangan tumbuh relatif cepat, yaitu sekitar 3 hingga 4 milimeter dalam sebulan. Untuk menjaga higienitas—terutama karena tangan digunakan untuk makan dan menyentuh wajah—potonglah kuku tangan setiap 1 hingga 2 minggu sekali sebelum ujung kuku melewati batas ujung jari.

2. Kuku Kaki (3 hingga 4 Minggu Sekali)

Pertumbuhan kuku kaki jauh lebih lambat dibandingkan kuku tangan. Anda cukup merapikan dan memotong kuku kaki setiap 3 hingga 4 minggu sekali.

Sejalan dengan hal tersebut, ulasan medis dari platform kesehatan Halodoc mengingatkan pentingnya memerhatikan bentuk potongan, terutama pada kuku kaki. Potonglah kuku kaki dengan arah lurus rata, bukan melengkung di bagian sudutnya. Memotong sudut kuku kaki terlalu dalam ke arah daging dapat memicu ingrown toenail atau cantengan yang memicu nyeri hebat dan pembengkakan akibat infeksi.

Secara medis, larangan memotong kuku pada malam hari sama sekali tidak berkaitan dengan nasib buruk seseorang. Mitos ini lahir di zaman dahulu ketika rumah-rumah masyarakat belum dialiri listrik dan hanya menggunakan pencahayaan obor atau petromak yang redup.

Memotong kuku dalam kondisi gelap atau minim cahaya sangat berbahaya karena berisiko tinggi menggunting kulit jari, menyebabkan pendarahan, dan memicu infeksi jaringan kuku (paronikia). Di era modern saat ini, memotong kuku di malam hari aman-aman saja dilakukan, asalkan ruangan tempat Anda memotong kuku memiliki pencahayaan lampu yang terang dan jelas.

Merawat kuku bukan sekadar urusan estetika penampilan semata. Dengan memahami kondisi tubuh yang tepat yakni sehabis mandi serta menjaga ritme pemotongan yang teratur, kita dapat memastikan kuku tetap berfungsi sebagai pelindung ujung jari yang sehat, bersih, dan bebas dari sarang penyakit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....