Dokter RSUD Wangaya Ingatkan Bahaya Hipertensi yang Merusak Jantung
- 10 Jun 2026 12:30 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar-Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Denpasar, dr. Gede Surya Ambara, Sp.JP., mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman laten hipertensi, yang dapat memicu kerusakan parah pada organ vital seperti jantung, otak, hingga ginjal. Dalam siaran Rahina Ayu di Pro 4 RRI Denpasar ia menegaskan bahwa tekanan darah yang terus-menerus tinggi, bertindak layaknya air bertekanan besar, yang merusak permukaan dalam selang pembuluh darah secara perlahan.
Kondisi kronis ini sering tidak disadari oleh penderita, karena sifatnya yang berkembang secara sembunyi-sembunyi di dalam tubuh manusia. Banyak masyarakat baru mengetahui dirinya mengidap tekanan darah tinggi, setelah muncul komplikasi fatal yang mengharuskan mereka mendapatkan perawatan darurat di unit gawat darurat.
Terkait mekanisme kerusakan tersebut, dr. Surya Ambara memberikan Gambaran, bahwa pembuluh darah yang kaku akibat hipertensi, akan memaksa jantung bekerja ekstra keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. "Di fase-fase awal, jantung itu memang akan adaptif, dengan meningkatkan kontraktilitas hingga ototnya menebal, namun pada titik jenuh tertentu, fungsi pompanya akan menurun hingga memicu gagal jantung kronis," ujar dr. Surya Ambara.
Selain menyerang jantung, tekanan darah tinggi yang ekstrem, juga berpotensi memicu pecahnya pembuluh darah di organ otak. Komplikasi mematikan ini dikenal luas di dunia medis sebagai stroke perdarahan, yang sering menyebabkan kelumpuhan hingga kematian mendadak pada pasien.
Organ vital lain seperti ginjal dan retina mata, juga tidak luput dari risiko kerusakan, akibat tingginya tekanan sirkulasi darah harian. Gangguan sirkulasi pada area sensitif tersebut, memicu penurunan fungsi organ secara permanen, jika tidak segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, dr.Surya Ambara mengimbau masyarakat, untuk lebih peduli dan mengenali kondisi fisik mereka melalui deteksi dini. "Tidak henti-hentinya kami dari tenaga medis menginformasikan tekanan darah itu jangan dianggap sepele, sehingga lakukanlah pengecekan lebih awal sebelum masuk ke fase pengobatan," tutup dr. Surya Ambara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....