Kombinasi Olahraga Aerobik dan Diet Garam Efektif Cegah Hipertensi

  • 08 Jun 2026 14:43 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar-Penerapan metode non-medikamentosa, berupa olahraga berbasis aerobik secara konsisten, dan pembatasan asupan garam harian menjadi kunci utama dalam mencegah serta mengontrol penyakit hipertensi. Strategi preventif yang murah dan efektif ini dipaparkan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Denpasar, dr. Gede Surya Ambara, Sp.JP., ketika berbincang dalam program Rahina Ayu di Pro 4 RRI Denpasar.

Langkah pencegahan ini dinilai sangat krusial mengingat hipertensi bersifat multifactor, yang penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan intervensi obat-obatan medis semata. Masyarakat diharapkan dapat mengadopsi kebiasaan positif ini, guna menurunkan probabilitas, terkena penyakit kardiovaskular di masa depan.

Dalam pemaparannya mengenai aktivitas fisik yang ideal, dr.Surya Ambara merekomendasikan jenis olahraga murah, yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Bali. "Olahraga yang disarankan untuk menstabilkan atau menetralkan tekanan darah, adalah olahraga yang berbasis aerobik seperti lari, jalan cepat, berenang, dan bersepeda," ujar dr. Surya Ambara.

Aktivitas aerobik tersebut sebaiknya dilakukan secara konstan dengan durasi minimal 30 menit per hari dan memiliki frekuensi minimal lima kali dalam kurun waktu seminggu. Olahraga yang teratur dengan total durasi 150 menit per minggu ini harus dijaga intensitasnya secara stabil agar target pembakaran kalori dan kebugaran jantung dapat tercapai maksimal.

Upaya pencegahan secara mandiri melalui olahraga aerobik ini sangat disarankan untuk mengendalikan jenis hipertensi primer atau esensial yang murni dipicu oleh faktor tunggal di luar penyakit kronis lain. Karakteristik klinis ini tentu berbeda dengan jenis hipertensi sekunder yang biasanya muncul sebagai efek domino akibat riwayat gangguan medis bawaan seperti kerusakan ginjal atau kencing manis.

Terkait kompleksitas pemicu lonjakan sirkulasi darah tersebut, dr. Surya Ambara, menerangkan bahwa rasa nyeri hebat akibat cedera fisik atau luka peradangan juga secara alami bisa mengacaukan hasil pencatatan tensi. "Rangsang nyeri secara natural pasti akan meningkatkan respon adaptif dari tubuh yang ujung-ujungnya kalau kita cek tekanan darahnya pasti naik, karena itu merupakan respon adaptif atau alamiah," tutup dr. Surya Ambara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....