Gaya Hidup Buruk Picu Tren Hipertensi di Usia Muda
- 08 Jun 2026 14:45 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar-Fenomena penyakit hipertensi di Provinsi Bali, kini menunjukkan tren yang cukup memprihatinkan, karena mulai masif mendeteksi kelompok usia muda akibat pengaruh gaya hidup modern yang tidak sehat. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Denpasar, dr. Gede Surya Ambara, Sp.JP., mengungkapkan fakta tersebut dalam wawancara interaktif program Rahina Ayu di Pro 4 RRI Denpasar.
Dr. Surya Ambara menjelaskan, pola konsumsi makanan cepat saji yang tinggi garam, serta minimnya aktivitas fisik harian, menjadi pemicu utama bergesernya penyakit ini ke generasi muda. “Jenis makanan modern yang digemari oleh anak-anak muda saat ini, junk food, makanan manis, minuman manis dan juga berpengawet atau yang tidak fresh bisa memicu Hipertensi karena faktor lifestyle ( gaya hidup ) tersebut” ujar dr. Surya Ambara.
Kandungan penyedap rasa dan natrium yang tinggi pada jajanan gurih seperti gorengan, secara mekanis akan menarik sekaligus menahan cairan di dalam pembuluh darah. Penumpukan cairan inilah, yang dalam jangka panjang memicu lonjakan tekanan darah sistolik di atas ambang normal 140 mmHg.
Dr. Surya Ambara mengungkapkan kondisi tanpa gejala atau silent killer, membuat sebagian besar anak muda tidak menyadari bahwa tubuh mereka sudah menyimpan cikal bakal hipertensi. Mereka umumnya baru menyadari kondisi tersebut, saat melakukan pemeriksaan kesehatan acak, atau ketika mengantarkan keluarga berobat ke rumah sakit.
Meskipun tren penyakit bergeser ke usia produktif, dr. Surya Ambara mengapresiasi mulai munculnya budaya olahraga lari, yang populer di kalangan pemuda perkotaan saat ini. "Trennya anak muda banyak yang suka olahraga lari, walaupun istilahnya lari culture sekarang, tapi itu sudah merupakan satu langkah maju untuk menstabilkan tekanan darah," tutup dr. Surya Ambara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....