Anak Susah Makan? Atasi dengan Cara Ini tanpa Drama!
- 29 Mei 2026 21:53 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Dalam dunia parenting, banyak hal-hal menarik yang bisa dibahas lebih dalam dan menjadi sumber ilmu yang bermanfaat. Salah satunya adalah masalah menghadapi anak yang picky eater atau susah makan.
Dilansir dari laman resmi Alodokter.com, Menghadapi anak susah makan memang diperlukan kesabaran dan strategi tersendiri. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami penyebab anak susah makan dan cara mengatasinya sehingga kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.
Anak-anak biasanya susah makan atau menjadi picky eater ketika usianya menginjak 1 tahun. Namun, ada juga anak yang susah makan ketika usianya 2–5 tahun. Pada saat itu, pertumbuhan anak menjadi sedikit lebih lambat bila dibandingkan dengan masa sebelumnya. Hal ini bisa membuat selera makannya berkurang, sehingga anak menjadi susah makan atau hanya mau makan sedikit.
Meski anak yang susah makan adalah hal biasa, cara mengatasinya tidak bisa sembarangan. Setelah mengetahui penyebab si Kecil susah makan, orang tua bisa mengambil langkah penanganan yang sesuai.
Menurut wyethnutrition.co.id, berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi anak susah makan:
1. Sajikan Makanan dengan Tampilan Menarik
Coba kreasikan makanan dalam bentuk lucu atau warna-warni. Misalnya, nasi dibentuk seperti karakter favorit atau sayur dipotong kecil dengan cetakan unik.
Tampilan menarik dapat meningkatkan rasa penasaran Si Kecil terhadap makanan. Strategi sederhana ini sering efektif mengatasi penyebab anak susah makan yang berkaitan dengan kebosanan.
2. Libatkan Anak dalam Memilih Menu
Ajak Si Kecil memilih antara dua pilihan sehat, misalnya “Mau brokoli atau wortel hari ini?” Dengan melibatkan anak, ia merasa memiliki kontrol sehingga lebih bersedia mencoba makanan tersebut.
Kegiatan sederhana seperti membantu mencuci sayur atau menyusun makanan di piring juga bisa meningkatkan minat makan.
3. Hindari Memaksa Makan
Memaksa makan justru bisa membuat anak trauma dan semakin menolak. Ikatan Dokter Anak Indonesia menyarankan orang tua untuk menerapkan pendekatan responsif, yaitu memberikan makanan sehat dan membiarkan anak menentukan seberapa banyak ia ingin makan.
4. Buat Jadwal Makan Teratur
Tetapkan jadwal makan utama dan camilan yang konsisten setiap hari. Hindari memberikan camilan terlalu dekat dengan waktu makan karena bisa membuat anak kenyang duluan. Rutinitas membantu tubuh anak mengenali waktu lapar secara alami.
5. Berikan Porsi Kecil tapi Sering
Porsi besar bisa terlihat “menakutkan” bagi Si Kecil. Sebaiknya sajikan dalam porsi kecil terlebih dahulu. Jika ia masih lapar, bunda bisa menambahkan.
6. Beri Tambahan Nutrisi dari Susu
Bunda juga bisa memberikan tambahan asupan nutrisi dari susu pertumbuhan. Bila si Kecil susah makan terus menerus, maka dapat mengganggu asupan nutrisi hariannya. Akibatnya, perkembangan anak bisa terhambat, termasuk dalam perkembangan kognitif dan proses belajarnya. Untuk itu, berikanlah si Kecil asupan nutrisi tambahan lain seperti susu pertumbuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....