Belajar Meregulasi Emosi dengan Lebih Sehat
- 28 Mei 2026 12:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Emosi adalah bagian alami dari manusia, mulai dari marah, sedih, kecewa, hingga cemas. Namun, regulasi emosi bukan berarti menahan semua perasaan agar terlihat kuat, melainkan kemampuan memahami dan mengelola emosi dengan lebih sehat.
Langkah pertama dalam meregulasi emosi adalah mengenali apa yang sebenarnya dirasakan. Banyak orang langsung bereaksi tanpa memahami apakah dirinya sedang marah, kecewa, lelah, atau terluka. Dengan mengenali emosi, seseorang bisa lebih memahami penyebab dari reaksinya sendiri.
Setelah itu, penting untuk memberi jeda sebelum merespons situasi tertentu. Menarik napas, diam sejenak, atau menjauh sementara dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang sehingga seseorang tidak bertindak secara impulsif.
Langkah berikutnya adalah mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat. Emosi tidak harus dipendam, tetapi juga tidak perlu diluapkan secara berlebihan. Berbicara dengan orang terpercaya, menulis, atau memberi waktu untuk diri sendiri bisa membantu emosi lebih terproses.
Hal ini juga didukung penelitian tahun 2025 berjudul “Angry Body, Angry Mind: Mediation Analysis of Anger Suppression, Psychopathology and Quality of Life in Bodily Distress” yang ditulis Stefan M. Kahnert, Nora Kämpfer, Markus Ramm, Franziska Geiser, dan Rupert Conrad dalam Journal of Psychosomatic Research. Penelitian tersebut menemukan bahwa kebiasaan menahan kemarahan berkaitan dengan menurunnya kualitas hidup psikologis dan sosial seseorang.
Pada akhirnya, regulasi emosi adalah proses belajar yang membutuhkan waktu. Tidak semua orang tumbuh dengan kemampuan ini sejak kecil, sehingga belajar memahami emosi sendiri bisa menjadi bagian dari proses menuju kedewasaan emosional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....