Maaf Paling Sulit Adalah untuk Diri Sendiri

  • 23 Apr 2026 21:16 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Memaafkan diri sendiri sering kali terasa lebih sulit daripada memaafkan orang lain. Ada luka yang tidak datang dari luar, melainkan dari keputusan dan kesalahan yang kita buat sendiri. Ketika itu terjadi, kita bukan hanya mengingatnya tapi kita menghidupinya kembali, berulang kali, di dalam pikiran.

Secara psikologis, proses ini dikenal sebagai self-forgiveness, dan sifatnya jauh lebih kompleks. Studi dalam jurnal BMC Psychology (2024) menjelaskan bahwa memaafkan diri sendiri melibatkan emosi, pikiran, dan perilaku sekaligus, tanpa adanya “penutup” dari luar seperti permintaan maaf dari orang lain.

Salah satu penghambat terbesar adalah perbedaan antara rasa bersalah dan rasa malu. Rasa bersalah berkata, “aku melakukan kesalahan,” sementara rasa malu berubah menjadi, “aku adalah kesalahan.” Penelitian dalam Journal of Contextual Behavioral Science menunjukkan bahwa rasa malu yang berkepanjangan membuat seseorang sulit melepaskan penyesalan.

Berbeda dengan orang lain yang bisa kita jauhi, diri sendiri selalu bersama kita. Itulah mengapa kesalahan terasa lebih dekat dan lebih sulit dilepaskan. Kita tidak hanya mengingat, tetapi juga terus menghakimi diri atas apa yang sudah terjadi.

Untuk mulai memaafkan diri sendiri, langkah pertama adalah mengakui kesalahan tanpa menjadikannya identitas. Rasakan emosi yang muncul, tapi jangan menetap di sana. Belajar melihat diri dengan empati, mengambil tanggung jawab yang perlu, serta perlahan menghentikan kebiasaan mengulang kesalahan di kepala.

Pada akhirnya, memaafkan diri sendiri bukan tentang melupakan, melainkan memberi ruang untuk tetap melanjutkan hidup. Karena menjadi manusia berarti bisa salah dan tetap punya kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....