Apa yang Terjadi pada Otak saat Kita Tidur?

  • 23 Apr 2026 08:36 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Tidur bukanlah fase istirahat pasif, melainkan aktivitas biologis dinamis yang melibatkan fluktuasi listrik otak dalam dua fase utama, yaitu NREM dan REM.
  • Selama tidur, otak berperan sebagai "pusat kearsipan" yang memindahkan data dari penyimpanan jangka pendek di hipokampus ke penyimpanan jangka panjang
  • Tidur adalah satu-satunya waktu bagi otak untuk menjalankan fungsi "janitorial" atau pembersihan limbah kimia berbahaya yang dihasilkan oleh otak

RRI.CO.ID, Denpasar – Aktifitas tidur tidak lagi dianggap sebagai kondisi istirahat yang pasif. Proses tidur dalam penelitan dilihat sebagai proses biologis kompleks yang diatur oleh ritme sirkadian tubuh.

Kenyataannya, dalam kehidupan modern kita sering memaksa diri untuk memangkas waktu istirahat. Buku Exercise : Why Something We Never Evolved to Do Is Healthy dan Rewarding karya Daniel E. Lieberman menjabarkan sejumlah penelitian yang menunjukan apa yang terjadi saat tidur dan mengapa tidur sangat esensial bagi manusia.

Saat tidur, tubuh akan mengalami penurunan kesadaran sensorik, namun dapat berbalik cepat saat ada rangsangan dari luar. Secara fisiologis, kondisi ini melibatkan aktivitas listrik otak yang sangat dinamis dan bervariasi sepanjang malam.

Tahukah anda? Tahap pertama dalam tidur adalah kondisi NREM yang ditandai dengan metabolisme tubuh melambat dan otak didominasi oleh gelombang lambat bertegangan tinggi. Setelah itu, kita memasuki fase REM yang ditandai dengan mimpi yang hidup, pergerakan mata cepat, serta peningkatan aktivitas listrik otak yang menyerupai kondisi terjaga.

Selama siklus tidur ini, otak berfungsi sebagai pusat kearsipan yang memindahkan data dari penyimpanan jangka pendek di hipokampus ke penyimpanan jangka panjang. Proses ini memungkinkan otak untuk memilah informasi penting, membuang ingatan yang tidak berguna, serta mencari pola dari pengalaman yang kita alami.

Saat tidur, otak manusia bekerja seperti petugas kebersihan yang membersihkan sisa-sisa reaksi kimia atau metabolit berbahaya. Karena otak menggunakan seperlima kalori tubuh, ia menghasilkan limbah seperti beta-amiloid yang harus segera dibersihkan agar tidak menyumbat fungsi neuron.

Sistem pembersihan unik ini bekerja optimal saat tidur NREM. Saat fase ini, ruang antar sel dapat meluas hingga 60 persen untuk memungkinkan cairan serebrospinal membersihkan tumpukan sampah tersebut.

Sayangnya, otak tidak dapat melakukan tugas pembersihan dan berpikir kritis secara bersamaan. Sehingga, tidur menjadi satu-satunya waktu bagi otak untuk memulihkan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....