Waspada Konsumsi Ikan Sapu-Sapu: antara Kandungan Nutrisi dan Risiko Logam Berat
- 20 Apr 2026 20:53 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Ikan sapu-sapu sering kali menjadi bahan perbincangan karena kemampuannya bertahan hidup di lingkungan perairan yang tercemar. Meskipun di beberapa tempat dagingnya diolah menjadi bahan makanan, terdapat risiko kesehatan serius yang harus diwaspadai oleh masyarakat.
Para ahli kesehatan memberikan peringatan ketat mengenai kaitan antara habitat ikan ini dengan potensi racun yang dapat masuk ke tubuh manusia. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai detritivora, yaitu organisme yang memakan sisa-sisa bahan organik di dasar sungai atau danau.
Sifatnya yang mampu menyerap polutan menjadikannya sangat berbahaya jika diambil dari perairan yang telah tercemar limbah industri atau rumah tangga. Habitat menjadi faktor penentu utama apakah ikan ini layak dikonsumsi atau tidak.
Berdasarkan pengujian laboratorium dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ikan sapu-sapu yang berasal dari sungai tercemar sering kali mengandung kadar logam berat yang melampaui ambang batas aman. Kandungan berbahaya seperti merkuri, timbal, dan kadmium dapat terakumulasi dalam daging ikan.
Logam berat ini bersifat toksik dan tidak akan hilang sepenuhnya meskipun daging ikan telah dimasak dengan suhu tinggi. World Health Organization (WHO) memperingatkan bahwa konsumsi rutin makanan yang tercemar logam berat dapat memicu berbagai gangguan organ dalam.
Dalam jangka panjang, penumpukan logam berat di tubuh manusia dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan fungsi hati, hingga risiko pemicu kanker atau karsinogenik. Selain itu, pada anak-anak, paparan timbal dapat menghambat perkembangan sistem saraf dan kecerdasan otak.
Secara teoritis, ikan sapu-sapu memang mengandung protein dan asam lemak omega tiga seperti jenis ikan lainnya. Namun, manfaat gizi ini dianggap tidak sebanding dengan risiko kontaminasi yang dibawa.
Pakar nutrisi menekankan bahwa masih banyak sumber protein ikan lain yang jauh lebih aman dan dibudidayakan secara bersih, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan ikan sapu-sapu liar sebagai pilihan menu utama keluarga.
Masyarakat diminta lebih teliti saat membeli produk olahan daging ikan yang tidak jelas jenis dan sumbernya. Pastikan produk yang dikonsumsi berasal dari perairan yang bersih atau hasil budidaya yang terpantau kualitas airnya untuk menjamin kesehatan jangka panjang.
Kesehatan adalah investasi yang paling berharga. Meskipun memiliki potensi nutrisi, risiko cemaran logam berat pada ikan sapu-sapu menjadikannya bahan pangan yang sangat berisiko bagi manusia.
Mari lebih bijak dalam memilih sumber pangan demi menjaga keluarga dari ancaman penyakit di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....