Mengenali Sinyal "Cari Muka" dan Strategi Menghadapinya di Lingkungan Profesional
- 14 Apr 2026 00:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Perilaku mencari muka atau ingratiation sering kali menjadi tantangan dalam dinamika perkantoran yang dapat mengganggu produktivitas serta kesehatan mental tim. Pemahaman mengenai ciri-ciri perilaku ini dan cara penanganannya menjadi kunci untuk menciptakan budaya kerja yang sehat, transparan, dan berbasis kinerja nyata.
Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) mengidentifikasi beberapa ciri menonjol, seperti memberikan pujian yang berlebihan dan tidak spesifik kepada atasan di depan umum. Pelaku juga cenderung selalu menyetujui pendapat pemegang kekuasaan tanpa memberikan masukan kritis, serta sering kali membagikan informasi atau keburukan rekan kerja lain demi menonjolkan diri sendiri .
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia mencatat bahwa individu dengan kecenderungan ini biasanya lebih sibuk mengomunikasikan pekerjaan mereka daripada benar-benar menyelesaikannya. Mereka sering kali terlihat sangat aktif saat ada atasan, namun produktivitasnya menurun drastis ketika tidak dalam pengawasan, sebuah pola yang dapat merusak standar kualitas kerja dalam sebuah instansi.
Cara Mengatasi:
International Labour Organization (ILO) menyarankan agar rekan kerja tetap fokus pada hasil kerja yang terukur dan terdokumentasi dengan baik. Jangan terpancing untuk masuk ke dalam pola kompetisi yang sama. Dengan mendokumentasikan setiap kemajuan pekerjaan secara transparan, Anda memberikan bukti nyata yang tidak bisa dibantah oleh sekadar kata-kata manis.
World Health Organization (WHO) dalam panduan kesehatan mental di tempat kerja menekankan pentingnya menetapkan batasan emosional yang tegas. Menghadapi perilaku ini dengan sikap profesional dan tetap menjaga komunikasi pada jalur pekerjaan akan membantu melindungi kesehatan mental Anda dari stres psikososial yang sering kali ditimbulkan oleh lingkungan kerja toksik.
Pakar manajemen organisasi menekankan bahwa solusi terbaik dimulai dari kepemimpinan yang menerapkan sistem penilaian berbasis data. Pimpinan yang menghargai fakta dan objektivitas akan secara alami meminimalisir ruang bagi perilaku mencari muka, sehingga setiap pegawai merasa dihargai berdasarkan kontribusi nyata yang mereka berikan di tahun dua ribu dua puluh enam.
Mengenali ciri-ciri perilaku mencari muka adalah langkah awal untuk menjaga profesionalisme di tempat kerja. Dengan tetap mengedepankan integritas, dokumentasi kerja yang kuat, dan komunikasi yang jujur, lingkungan kerja akan tetap sehat dan berfokus pada kemajuan bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....