Akses Internet di Bali Belum Merata

  • 23 Jul 2026 08:30 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Meski Bali telah memiliki jaringan internet 5G, masih ada sejumlah wilayah yang belum terjangkau layanan internet akibat kondisi geografis. Kondisi tersebut membuat akses internet belum sepenuhnya merata sehingga sebagian masyarakat masih kesulitan memperoleh informasi dan mengakses layanan digital.

Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana, Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, mengatakan pemerataan akses internet perlu terus dilakukan agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses informasi dan layanan digital.

"Kita kalau bicara infrastruktur di Bali ini sudah 5G, bagaimanapun juga itu luar biasa. Tetapi tidak dipungkiri bahwa di pelosok-pelosok di Bali itu masih ada yang ternyata memang blank spot. Hal ini dikarenakan lokasi geografis yang tidak memungkinkan," ujar Ras Amanda.

Menurutnya, keterbatasan akses internet tidak hanya menyulitkan masyarakat memperoleh informasi, tetapi juga dapat membuat mereka kehilangan berbagai peluang. Masyarakat yang tidak memiliki akses informasi berisiko tertinggal perkembangan terbaru, termasuk informasi yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, maupun bidang yang sedang mereka tekuni.

"Kalau dia tidak memiliki akses terhadap informasi maka mereka pun tidak mengetahui akan adanya peluang-peluang, kesempatan-kesempatan ataupun bagaimana perkembangan-perkembangan terbaru yang terkait dengan apa yang memang dia sedang tekuni," katanya.

Selain memperluas akses internet, Ras Amanda menilai pemerintah juga perlu memastikan informasi publik dapat diterima seluruh masyarakat. Menurutnya, penyampaian informasi tidak cukup hanya mengandalkan media sosial karena masih ada masyarakat yang belum memiliki akses internet atau tinggal di wilayah yang sulit mendapatkan sinyal.

"Pemerintah sepatutnya tidak hanya berhenti dengan hanya menaruh postingan di akun media sosialnya saja. Tetap menggunakan media-media lama, entah itu spanduk, entah itu koran, entah itu radio ataupun yang lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, penyampaian informasi melalui berbagai saluran menjadi penting agar masyarakat yang belum aktif di media sosial maupun yang tinggal di wilayah dengan akses internet terbatas tetap memperoleh informasi yang sama.

"Jangan hanya berhenti pada anggapan bahwa informasi sudah diunggah di media sosial. Bukan berarti semua orang kemudian mengetahuinya. Itu menjadi tanggung jawab pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada publik," jelasnya.

Ras Amanda berharap wilayah yang hingga kini masih mengalami blank spot dapat segera memperoleh akses internet yang memadai. Dengan begitu, seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan informasi, mengakses layanan publik, dan memanfaatkan teknologi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....