Lindungi Data dari Serangan AI, OpenAI Perkenalkan Lockdown Mode di ChatGPT

  • 20 Jun 2026 15:57 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Dilansir dari OpenAI pada 7 Juni 2026, ChatGPT kini dilengkapi fitur keamanan baru bernama Lockdown Mode. Fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan bagi pengguna yang menangani informasi sensitif dan berisiko menjadi sasaran serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kehadiran Lockdown Mode menunjukkan bahwa keamanan kini menjadi perhatian utama seiring semakin luasnya penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan profesional. Salah satu ancaman yang ingin diatasi oleh fitur ini adalah serangan yang dikenal sebagai prompt injection.

Teknik ini memanfaatkan instruksi tersembunyi yang disisipkan dalam dokumen, situs web, atau sumber data lain yang dibaca oleh AI. Ketika AI memproses konten tersebut, instruksi tersembunyi dapat memengaruhi perilaku sistem, bahkan dalam beberapa kasus berpotensi membuat AI mengungkap informasi yang seharusnya tidak dibagikan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Lockdown Mode membatasi sejumlah kemampuan ChatGPT yang berhubungan dengan akses eksternal. Salah satu yang terdampak adalah fitur penelusuran web langsung.

Saat mode ini aktif, ChatGPT hanya dapat mengakses konten yang tersimpan di cache, sehingga hasil pencarian mungkin tidak selengkap atau semutakhir biasanya. Tujuannya adalah mengurangi kemungkinan AI terpapar konten berbahaya dari internet secara langsung.

Selain itu, kemampuan menampilkan gambar dari web juga dinonaktifkan. Namun pengguna tetap dapat mengunggah gambar sendiri dan menggunakan fitur pembuatan gambar yang tersedia di akun mereka.

Beberapa fitur canggih lainnya seperti Deep Research, Agent Mode, Canvas, dan pengunduhan dokumen juga tidak dapat digunakan selama Lockdown Mode aktif. Meski demikian, sejumlah fungsi utama ChatGPT tetap berjalan normal.

Pengguna masih dapat menggunakan fitur Memory, mengunggah file, membagikan percakapan, serta mengatur preferensi penggunaan data untuk pelatihan model AI. OpenAI juga menjelaskan bahwa Lockdown Mode tidak memengaruhi akses jaringan pada Codex, alat pemrograman berbasis AI miliknya.

Penting untuk dipahami bahwa Lockdown Mode bukan solusi yang dapat menghentikan seluruh bentuk serangan. OpenAI mengakui bahwa beberapa instruksi berbahaya mungkin sudah tersimpan dalam file atau percakapan yang diakses sebelum mode ini diaktifkan.

Karena itu, fitur ini berfungsi sebagai lapisan perlindungan tambahan, bukan sebagai jaminan keamanan mutlak. Kemunculan Lockdown Mode sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap keamanan AI.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti keamanan siber menemukan bahwa sistem AI dapat menjadi target baru bagi peretas karena kemampuannya mengakses dokumen, menjelajahi web, dan memproses data dalam jumlah besar. Semakin banyak fitur yang dimiliki AI, semakin penting pula mekanisme pengamanan yang dapat membatasi akses ketika diperlukan.

OpenAI mulai menggulirkan Lockdown Mode untuk pengguna ChatGPT Free, Go, Plus, Pro, serta pelanggan ChatGPT Business versi self-service yang memenuhi syarat. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui menu pengaturan keamanan. Menariknya, fitur ini juga bisa dinyalakan hanya untuk percakapan tertentu tanpa harus diterapkan ke seluruh akun.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Menurut OpenAI, Lockdown Mode tidak ditujukan untuk semua orang. Fitur ini lebih relevan bagi jurnalis, peneliti, pengembang, perusahaan, atau siapa saja yang rutin mengelola informasi penting dan membutuhkan tingkat perlindungan lebih tinggi saat menggunakan AI.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....