Industri Antariksa Dalami Teknologi Roket yang Bisa Dipakai Berulang Kali

  • 30 Agt 2026 22:29 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, China - Industri antariksa China mencatat kemajuan penting setelah perusahaan swasta LandSpace berhasil membawa kembali tahap pertama roket Zhuque-3 ke daratan. Keberhasilan ini disebut menunjukkan bahwa China mulai serius membangun sistem peluncuran yang dapat digunakan berulang kali.

Zhuque-3 diluncurkan pada 18 Agustus 2026 dan membawa satelit ke orbit sebelum tahap pertamanya kembali ke Bumi. Booster tersebut mendarat sekitar 390 kilometer dari lokasi peluncuran di Provinsi Gansu dengan menggunakan kaki pendaratan.

Selama puluhan tahun, sebagian besar roket peluncur dirancang untuk digunakan sekali lalu jatuh atau terbakar setelah menyelesaikan tugasnya. Sistem seperti yang dikembangkan LandSpace mencoba mengubah pola tersebut dengan membuat bagian roket yang paling mahal bisa kembali ke Bumi dan digunakan lagi.

Cara kerjanya mirip kendaraan yang pulang setelah mengantar penumpang. Setelah memisahkan diri dari tahap atas, booster Zhuque-3 menyesuaikan posisi, menyalakan kembali mesin untuk memperlambat laju, lalu mengarahkan dirinya menuju lokasi pendaratan sebelum menyentuh tanah dengan kaki penyangga.

LandSpace mengatakan misi tersebut “secara sistematis memverifikasi seluruh proses kembalinya tahap pertama dari penerbangan berkecepatan tinggi menuju landasan pendaratan di darat.” Keberhasilan itu membuat LandSpace menjadi perusahaan swasta China pertama yang berhasil memulihkan booster kelas orbital ke daratan dengan metode pendaratan vertikal.

Keberhasilan tersebut terasa semakin penting karena Zhuque-3 sebelumnya gagal mendarat pada penerbangan perdananya pada 3 Desember 2025. Roket berhasil mencapai orbit, tetapi tahap pertamanya mengalami masalah pembakaran ketika melakukan proses pendaratan dan akhirnya gagal menyentuh landasan dengan aman.

Dalam waktu sekitar delapan bulan, LandSpace berhasil memperbaiki sistemnya dan kembali mencoba. Perubahan ini menunjukkan bahwa kegagalan penerbangan pertama digunakan untuk mengumpulkan data dan memperbaiki teknologi, bukan menjadi akhir pengembangan Zhuque-3.

Roket yang dapat digunakan kembali berpotensi menekan biaya peluncuran karena bagian utama kendaraan tidak harus dibuat dari awal untuk setiap misi. Teknologi tersebut juga memungkinkan perusahaan melakukan peluncuran lebih sering karena sebagian perangkat dapat digunakan kembali setelah melalui pemeriksaan dan perawatan.

LandSpace merancang Zhuque-3 dengan mesin berbahan bakar metana cair dan oksigen cair. Perusahaan menargetkan tahap pertama dapat digunakan hingga 20 kali, meski kemampuan tersebut belum terbukti karena booster yang berhasil mendarat pada 18 Agustus 2026 masih perlu menjalani proses pemeriksaan sebelum benar-benar diterbangkan kembali.

Bagi China, teknologi ini bukan hanya tentang mengejar prestasi perusahaan Amerika Serikat. Roket yang dapat digunakan kembali dapat membantu menurunkan biaya peluncuran dan mendukung kebutuhan masa depan seperti konstelasi satelit internet, sehingga semakin penting ketika aktivitas komersial di orbit terus berkembang.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Namun, satu kali pendaratan belum cukup untuk membuktikan bahwa Zhuque-3 benar-benar ekonomis. Tantangan berikutnya adalah menunjukkan bahwa booster yang sudah mendarat dapat diperiksa, diperbaiki seperlunya, lalu terbang kembali dengan aman dan dalam waktu relatif singkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....