Abdul & The Coffee Theory Rilis EP One Day In Tokyo

  • 09 Sep 2026 09:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Dua dekade perjalanan bermusik Abdul & The Coffee Theory memasuki babak baru. Menjelang perayaan 20 tahun berkarya di tahun depan, Abdul bersama label Afe Record mempersembahkan sebuah rangkaian karya terbaru dalam format EP bertajuk One Day In Tokyo.

Bukan sekadar proyek untuk menandai perjalanan panjang sebuah nama di industri musik Indonesia, One Day In Tokyo menjadi cara Abdul & The Coffee Theory untuk melihat kembali perjalanan cinta, kehidupan, sekaligus menghadirkan sesuatu yang sederhana namun semakin penting bagi publik hari ini: kebahagiaan.

Single One Day In Tokyo menjadi pembuka rangkaian single dirilis pada Jumat, 28 Agustus 2026. Lagu ini merupakan kelanjutan dari cerita romantis yang sebelumnya telah diperkenalkan melalui lagu Mima. Jika Mima menjadi bagian dari sebuah kisah yang pernah dimulai, maka One Day In Tokyo membawa cerita tersebut melangkah lebih jauh tentang harapan, perjalanan, dan kemungkinan untuk kembali menemukan kebahagiaan bersama seseorang yang berarti.

Yang menarik, Abdul & The Coffee Theory kali ini memperkenalkan pola perilisan yang berbeda. Untuk pertama kalinya, Abdul menggunakan konsep “estafet rilis”, di mana setiap lagu dalam EP hadir secara bertahap dengan jarak sekitar dua minggu. Strategi ini membuat setiap lagu memiliki ruang untuk menjadi sebuah cerita tersendiri sekaligus membangun perjalanan menuju EP secara utuh.

Setelah One Day In Tokyo, rangkaian single berikutnya akan dilanjutkan dengan : “Jangan Jahat” dan “Lollipop Love” di bulan September serta single “Putar Balik” dan “Hanyaku” di bulan Oktober 2026.

Lima lagu tersebut akan menjadi satu kesatuan karya yang merepresentasikan perjalanan musikal dan emosional Abdul & The Coffee Theory dalam menyambut dua dekade eksistensinya.

Dua puluh tahun berkarya tentu merupakan sebuah pencapaian penting. Namun bagi Abdul, momentum ini tidak semata-mata menjadi alasan untuk bernostalgia. One Day In Tokyo justru menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana musik, cinta, dan kebahagiaan dapat terus menemukan bentuk baru di tengah perubahan zaman.

“20 tahun berkarya bukan hanya tentang melihat ke belakang, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa terus memberikan sesuatu yang baru kepada pendengar,” ungkap Abdul & The Coffee Theory.

Abdul & The Coffee Theory menyadari bahwa publik musik hari ini hidup dalam situasi yang penuh dengan kecemasan mulai dari tekanan kehidupan sehari-hari, ketidakpastian masa depan, hingga derasnya informasi yang sering kali membuat kita lupa menikmati hal-hal sederhana.

Karena itu, One Day In Tokyo hadir dengan sebuah tawaran yang mungkin terdengar sederhana, tetapi justru semakin relevan: kebahagiaan dengan rasa yang berbeda.

Musik tidak selalu harus menjadi jawaban atas persoalan besar. Terkadang musik cukup menjadi teman ketika seseorang sedang jatuh cinta, sedang mengingat seseorang, sedang ingin bepergian, atau hanya ingin merasakan kembali bagaimana rasanya tersenyum tanpa alasan yang rumit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....