Film Star Wars : The Mandalorian and Grogu
- 20 Mei 2026 09:27 WIB
- Denpasar
RRI. CO.ID, Denpasar – Film ini masuk dalam genre sci‑fi epik, dengan lapisan kuat petualangan, dan sentuhan drama keluarga. Ceritanya bergerak di tengah kekosongan kekuasaan setelah runtuhnya Kekaisaran Lama, di mana bekas kaisar, warlord, dan kelompok pemberontak saling adu kekuatan, sementara di tengahnya berjalan Din Djarin dan Grogu yang coba menghadirkan “rumah” di tengah kekacauan.
Film ini juga dikenal kuat dari segi visual dan banyak adegannya dirancang khusus untuk tayang di format IMAX, sehingga setiap ledakan, manuver pesawat, dan latar belakang galaksi terasa jauh lebih besar dan mendalam.
Star Wars: The Mandalorian and Grogu mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia 22 Mei 2026, dengan penayangan serentak di jaringan bioskop besar seperti XXI, CGV, Cinepolis, Platinum Cineplex, dan New Star Cineplex. Film ini juga dibuka di banyak negara lain pada tanggal hampir bersamaan, sehingga penggemar Star Wars di seluruh dunia bisa merasakan pengalaman baru Mandalorian di layar lebar secara serempak.
Film bertahan sekitar dua jam, dengan durasi resmi sekitar 120–130 menit (tergantung rilis lokal), cukup panjang untuk mengembangkan kisah baru tanpa melelahkan penonton. Mengenai rating umur, film ini umumnya diberi kategori 13+ / PG‑13 alias “semua usia dengan pengawasan”, karena banyak adegan pertempuran, aksi fisik, dan efek ledakan yang cukup intens, meskipun nada keseluruhan masih ramah untuk penonton remaja.
Secara sinopsis, film ini berlanjut dari kisah yang pernah kita lihat di seri The Mandalorian. Di sini, Din Djarin dan Grogu memasuki fase baru setelah semua peristiwa yang memisahkan, menguji, dan menyatukan mereka. Kini mereka berada di tengah jaringan politik galaksi yang rumit: bekas‑bekas Kekaisaran masih berusaha bangkit, sementara aliansi Republik Baru sedang berjuang menegakkan keadilan.
Di tengahnya, muncul ancaman baru yang memaksa Mandalorian bukan hanya menggunakan blaster dan jetpack, tapi juga memilih di mana loyalitasnya sebenarnya berada: pada kode Mandalorian, pada Grogu, atau pada dunia yang lebih luas.
Yang paling istimewa dari film ini adalah bagaimana hubungan antara Din Djarin dan Grogu menjadi sumbu cerita utama. Di sini, Grogu bukan lagi sekadar “rasa penasaran” dunia, tapi sosok yang ikut menentukan arah keputusan Mandalorian. Ada adegan‑adegan di mana keduanya harus berpisah, bertarung, dan bahkan saling menahan satu sama lain dari keputusan yang terasa benar‑benar salah, namun justru terasa seperti satu‑satunya jalan yang tersisa.
Di akhir, film ini tidak hanya menghadirkan ledakan‑ledakan galaksi, tapi juga momen‑momen diam yang justru paling menyentuh: ketika seorang Mandalorian yang dulu hanya dibayar untuk menangkap, kini belajar bahwa ada hal yang lebih berharga dari semua kredit galaksi sekaligus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....