Film Toko Perlengkapan Mayat, Warisan Bisnis Berujung Kutukan
- 06 Agt 2026 11:52 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Toko Perlengkapan Mayat adalah film horor thriller yang gelap, mencekam, dan terasa sangat dekat dengan kepercayaan lokal tentang pesugihan dan tumbal. Film ini tayang mulai 6 Agustus 2026 di bioskop Indonesia, dan sudah tercantum resmi dalam daftar film mendatang di Cinema XXI.
Film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Surya Darmawan, dengan durasi 79 menit. Dari tema ritual tumbal, potongan tubuh, dan teror keluarga, film ini jelas lebih cocok untuk penonton dewasa atau remaja yang siap dengan horor berat.
Cerita berpusat pada Daeng Sarro yang diperankan Armhada Sijaya, pemilik toko perlengkapan jenazah warisan keluarga yang perlahan terancam bangkrut karena tekanan ekonomi dan persaingan usaha. Dalam upaya mempertahankan bisnis itu, Daeng Sarro nekat menggunakan pelaris jualan melalui ritual pesugihan yang menuntut tumbal berupa potongan tubuh.
Awalnya, usaha itu tampak berhasil. Toko mulai ramai, pelanggan berdatangan, dan kehidupan keluarga Daeng Sarro perlahan membaik. Namun, kesuksesan itu cepat berubah jadi malapetaka ketika ikatan gaib yang ia bangun mulai menuntut lebih dari sekadar tumbal kecil, dan teror mulai mengincar keturunannya sendiri.
Yang membuat film ini menonjol adalah latar Makassar dan nuansa lokal yang kental. Ritual pesugihan, tumbal, dan kutukan keluarga dihadirkan bukan sebagai sekadar elemen horor biasa, tetapi sebagai bagian dari kepercayaan dan budaya yang membuat cerita terasa lebih nyata dan lebih menyeramkan.
Pemeran lain yang ikut mengisi film ini antara lain Dwiaffor, Ivana Meylanda Saragih, Bambang, Armhada Sijaya, A. Noufah Patadjangi, Baba Ong, Amir Desar, Muh Arif Budiman, dan Siti Sahrani. Dengan komposisi pemain yang didominasi aktor lokal, film ini terasa seperti cerita rakyat modern yang dibungkus dalam format horor bioskop.
Kalau dilihat dari premisnya, Toko Perlengkapan Mayat cocok untuk penonton yang suka horor dengan unsur ritual, pesugihan, dan kutukan keluarga. Film ini bukan sekadar kisah tentang toko jenazah, melainkan peringatan tentang ambisi yang membabi buta, dan bagaimana satu keputusan salah bisa menghantui generasi berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....