Woody, Buzz, dan Tablet Pintar Paling Berbahaya dalam Pertualangan Toy Story 5

  • 03 Jun 2026 12:52 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO.ID, Denpasar – Ada franchise animasi yang bukan sekadar urutan film, melainkan penanda waktu dari generasi ke generasi dan Toy Story adalah yang paling sempurna dari itu semua. Dari kamar Andy yang penuh impian di 1995, hingga momen perpisahan di taman bermain Sunnyside yang membuat seluruh bioskop menangis serentak, Pixar tidak pernah benar-benar meninggalkan kita dan kini di 2026, mereka kembali dengan cara yang paling relevan, paling mengena, dan paling jujur terhadap zaman yang kita hidupi hari ini: Toy Story 5, kisah tentang Woody, Buzz, dan seluruh geng yang kali ini harus menghadapi musuh yang jauh lebih canggih dari prospector perak atau manusia sampah musuh bernama teknologi, yang mencuri perhatian anak-anak perlahan-lahan tanpa pernah berteriak atau menampakkan wajahnya. Diproduksi oleh Pixar Animation Studios untuk Walt Disney Pictures, disutradarai oleh peraih Academy Award Andrew Stanton (WALL·E, Finding Nemo), film kelima dari seri legendaris ini resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 17 Juni 2026 dan trailer pertamanya sudah meraih 142 juta penayangan dalam 24 jam pertama.

Toy Story 5 disutradarai oleh Andrew Stanton, pemenang Academy Award yang juga merupakan otak di balik WALL·E dan Finding Nemo dua film yang membuktikan bahwa Pixar pada tangannya tidak hanya membuat animasi, tapi membuat karya yang hidup jauh melampaui masa tayangnya. Co-director film ini adalah Kenna Harris (Ciao Alberto), dengan produser Lindsey Collins (Turning Red, WALL·E) yang mendampingi seluruh proses produksi dari awal hingga akhir. Gagasan utama film ini pertama kali diungkap oleh Pete Docter di Destination D23, dirangkum dalam satu kalimat logline yang langsung menyulut imajinasi jutaan penggemar: "Mainan bertemu Teknologi".

Woody (Tom Hanks) dan Buzz Lightyear (Tim Allen) sudah melewati segalanya bersama dari petualangan melintasi kota, dari bus yang melaju kencang, dari pabrik daur ulang, dan dari genggaman yang melepaskan dengan penuh cinta. Tapi tidak ada yang pernah mempersiapkan mereka untuk satu kenyataan yang perlahan-lahan berubah di mata Bonnie: anak perempuan itu kini lebih sering menatap layar dari pada menatap mereka. Dunia berubah sejak Andy memberikan seluruh mainannya kepada Bonnie anak-anak berubah, cara mereka bermain berubah, dan ancaman terbesar bagi eksistensi para mainan bukan lagi toko mainan baru atau basement yang gelap, melainkan sesuatu yang jauh lebih tipis, lebih ringan, dan lebih pintar dari siapapun yang pernah mereka hadapi sebelumnya. Woody yang mulai botak detail animasi Pixar yang langsung menjadi viral di media sosial saat trailer pertama dirilis adalah metafora paling jujur tentang waktu yang tidak pernah bisa dihentikan oleh siapapun, bahkan oleh cowboy paling setia yang pernah ada.

Masuk ke dalam kisah ini adalah karakter baru yang langsung mencuri perhatian sejak detik pertama trailernya bergulir: Lilypad (suara: Greta Lee), sebuah tablet pintar berbentuk katak yang menjadi obsesi terbaru Bonnie dan secara tidak sadar mengubah cara anak itu melihat dunia di sekelilingnya. Lilypad bukan jahat dalam arti konvensional ia tidak berencana menghancurkan siapapun, tidak punya motif tersembunyi, dan tidak bisa disalahkan atas keberadaannya yang begitu memikat. Tapi justru itulah yang membuatnya menjadi tantangan paling kompleks yang pernah dihadapi Woody dan Buzz: bagaimana cara bertarung melawan sesuatu yang bahkan tidak menyadari bahwa ia sedang memenangkan pertarungan?. Di samping Lilypad hadir juga Smarty Pants (suara: Conan O'Brien), mainan teknologi berbentuk toilet training yang eksentrik dan tidak terduga, menambahkan lapisan komedi yang sudah menjadi tanda tangan Pixar dalam mengimbangi cerita yang sesungguhnya sangat dalam.

Konflik terbesar dalam Toy Story 5 bukan antara mainan melawan Lilypad melainkan antara Woody dan Buzz sendiri, dua sahabat yang kini memandang situasi yang sama dari dua arah yang berbeda. Woody, dengan semua pengalamannya, masih percaya bahwa mainan fisik bisa memenangkan hati anak-anak kembali bahwa sentuhan tangan pada boneka kain, suara terompet kaleng, dan bau familiar dari plastik mainan yang sudah tua adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh layar setipis apapun. Sementara Buzz, dengan pragmatisme khasnya, mulai mempertanyakan apakah perjuangan itu masih masuk akal dalam dunia yang sudah berubah begitu fundamental. Perdebatan dua karakter ikonik ini terasa jauh lebih berat dari yang terlihat di permukaan karena itu bukan sekadar perdebatan antara dua mainan, tapi refleksi dari pertanyaan yang setiap orang tua di dunia ini sedang tanyakan pada diri mereka sendiri setiap hari.

Toy Story 5 menyimpan keahlian terdalam Pixar yang sudah terbukti berkali-kali: kemampuan untuk berbicara kepada dua audiens dalam satu waktu dengan kedalaman yang berbeda, tapi sama-sama menyentuh. Anak-anak akan melihat petualangan Woody, Buzz, dan geng dengan kecemerlangan visual terbaru Pixar yang semakin tidak bisa dibedakan dari kenyataan. Tapi orang dewasa terutama mereka yang sedang berjuang membesarkan anak di era gadget ini akan menemukan bahwa film ini berbicara langsung kepada keresahan yang mereka bawa pulang setiap malam: betapa cepatnya waktu berlalu, betapa mudahnya kehilangan momen, dan betapa pentingnya hadir benar-benar hadir, bukan sekadar ada di ruangan yang sama. Dengan trailer pertama yang sudah meraih 142 juta penayangan dalam 24 jam dan antusiasme global yang tidak terbendung, Toy Story 5 tayang mulai 17 Juni 2026 di XXI, CGV, Cinépolis, dan bioskop seluruh Indonesia sebuah undangan terbuka untuk seluruh keluarga, dari anak-anak yang belum pernah mengenal Andy hingga orang dewasa yang masih ingat pertama kali mendengar "You've Got a Friend in Me."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....