Mengenal Puik-Puik: Terompet Unik Khas Sulawesi Selatan

  • 29 Jun 2026 15:14 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Puik-puik merupakan alat musik tiup tradisional sejenis terompet yang berasal dari Suku Makassar dan Suku Bugis di Sulawesi Selatan. Instrumen berbahan dasar kayu ini memiliki peran yang sangat krusial dalam mengiringi berbagai ritual adat, upacara kerajaan, hingga acara keluarga seperti pernikahan dan khitanan.

Secara visual, bentuk puik-puik menyerupai kerucut kayu yang dilengkapi lubang penentu nada pada badannya, serta pipa logam di bagian pangkal sebagai tempat meniup udara. Kehadiran puik-puik dinilai memiliki makna simbolis yang mendalam, karena suaranya dianggap sebagai media komunikasi harmonis antara manusia dengan alam sekitar. Dilansir dari id.wikipedia.org

Menariknya, instrumen tiup ini memiliki dua variasi utama dengan karakteristik bentuk yang berbeda, yaitu versi asli Makassar dan versi adaptasi Keraton Yogyakarta. Pada puik-puik asli Makassar, sumber getaran bunyinya berasal dari potongan daun lontar ganda yang dipasang pada pipa logam, serta menggunakan tempurung kelapa sebagai corong ujungnya.

Sementara itu, puik-puik versi Keraton Yogyakarta memiliki ukuran yang cenderung lebih besar dengan bagian tiup berbahan bambu, serta seluruh badannya terbuat dari satu kayu utuh. Perbedaan material ini membuat versi Yogyakarta menghasilkan karakter suara yang unik dan mirip dengan alat musik penjinak ular di India.

Sebagai instrumen tiup berjenis double reed, puik-puik dimainkan dengan cara meniupkan udara ke dalam pipa pangkal untuk menghasilkan getaran. Keunikan utama dari pemain puik-puik versi Makassar terletak pada penguasaan teknik pernapasan berputar secara terus-menerus.

Teknik khusus ini memungkinkan pemain untuk mengambil dan mengembuskan napas secara bersamaan, sehingga alunan melodi yang keluar terdengar mengalir tanpa terputus sama sekali. Sebaliknya, teknik pernapasan berkesinambungan ini tidak diterapkan pada puik-puik versi Yogyakarta, sehingga bunyi yang dihasilkan sesekali bisa terjeda sesuai dengan tarikan napas pemainnya.

Dalam setiap pementasan kesenian tradisional, puik-puik biasanya dimainkan secara beriringan dengan gandrang atau gendang khas daerah setempat. Perpaduan suara nyaring dari puik-puik dan ketukan mantap dari gandrang dianggap menciptakan keseimbangan harmoni musik yang sangat pas dan tidak terpisahkan.

Walaupun beberapa instrumen pendukung masa lalu kini sudah mulai jarang ditemukan akibat perkembangan zaman, duet puik-puik dan gandrang tetap bertahan kuat. Berbagai komunitas seni serta lembaga kebudayaan lokal pun terus konsisten melestarikan alat musik ini melalui festival seni dan dunia pendidikan agar tidak punah ditelan waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....