Dilan ITB 1997: Menemukan Dewasa di Bandung

  • 28 Apr 2026 13:40 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO.ID, Denpasar – Tahun 1997 menjadi lembaran baru bagi Dilan, yang kini bukan lagi panglima tempur SMA, melainkan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain di ITB. Hari-harinya kini dipenuhi dengan tumpukan tugas kuliah dan ambisi besar untuk merintis karier sebagai seniman lepas yang disegani di Bandung. Walaupun waktu telah mengubah rutinitasnya, karisma Dilan yang tenang namun misterius tetap menjadi daya tarik utama dalam setiap langkahnya di kampus.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kampus yang dinamis, Dilan menjalin hubungan yang semakin dalam dengan Ancika, sosok wanita yang sangat mampu mengimbangi egonya. Mereka berdua mulai berani merencanakan masa depan yang lebih serius, seolah dunia milik berdua di tengah atmosfer Bandung yang perlahan mulai bergejolak. Namun, takdir memiliki caranya sendiri untuk menguji keteguhan hati mereka lewat kehadiran sosok-sosok dari masa lalu yang tak disangka.

Dua wanita misterius kembali muncul dalam kehidupan Dilan, membawa serta kenangan yang seharusnya sudah terkubur dalam-dalam. Salah satunya adalah bayang-bayang masa lalu yang begitu kuat, menuntut perhatian dan membuat Dilan berada di persimpangan jalan yang sulit. Ancika pun harus menghadapi ujian kesetiaan yang sangat berat saat ketenangan hubungan mereka terusik oleh nostalgia yang tidak diundang.

Film ini bukan sekadar tentang romansa belaka, melainkan sebuah refleksi mendalam dari generasi yang dipaksa tumbuh cepat oleh keadaan. Latar tahun 1997 bukan sekadar dekorasi, melainkan saksi bisu transisi sosial yang secara drastis mempengaruhi cara pandang Dilan dalam melihat dunianya. Setiap keputusan yang diambil Dilan mencerminkan kedewasaan yang lahir dari perpaduan pelik antara cinta, ambisi, dan tekanan sosial.

Sutradara Fajar Bustomi dan Pidi Baiq berhasil meracik emosi penonton dengan visual estetik era 90-an yang terasa sangat autentik. Ariel Noah yang memerankan Dilan memberikan dimensi baru, di mana sosok ikonik tersebut kini terlihat lebih reflektif dan penuh beban pikiran dibandingkan sebelumnya. Paduan akting Niken Anjani dan Raline Shah memberikan kontras yang apik dalam dinamika konflik yang dibangun intens sepanjang durasi film.

Film bergenre drama romance ini akan segera menyapa penggemar di seluruh bioskop Indonesia, mulai tanggal 30 April 2026. Tayang di Bioskop Seluruh Indonesia (XXI, CGV, Cinepolis, dll) dengan durasi 110 menit, penonton diajak menyelami setiap detail perubahan karakter Dilan dalam menghadapi tantangan hidup sebagai pria dewasa. Pastikan untuk memesan tiket lebih awal agar tidak melewatkan babak penting dalam saga kehidupan sang ikon Bandung ini.

Kehadiran film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang emosional sekaligus menggugah ingatan akan masa muda yang penuh warna di kota kembang. Melalui setiap dialog dan tatapan mata, penonton akan diajak memahami bahwa menjadi dewasa bukan sekadar tentang waktu, melainkan tentang bagaimana kita menghadapi masa lalu. Mari menjadi saksi bagaimana Dilan menavigasi cintanya di tengah perubahan zaman yang tak terelakkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....