Film Tiba-Tiba Setan : Harta Hilang, Hantu Datang, Panik

  • 13 Apr 2026 14:44 WIB
  •  Denpasar

RRI. CO.ID, Denpasar – Tiba-Tiba Setan hadir sebagai horor komedi yang main di dua rasa sekaligus tegang dan lucu. Dari judulnya saja, film ini sudah memberi kesan iseng tapi mengancam, seolah penonton diajak masuk ke situasi kacau yang awalnya tampak sepele, lalu berubah jadi mimpi buruk. Ceritanya terasa dekat dengan konflik keluarga, tetapi dibungkus dengan suasana rumah tua dan teror yang tidak pernah benar-benar diam.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026. Sejumlah pemberitaan juga menyebut film ini akan meramaikan layar bioskop nasional pada tanggal tersebut, sehingga penonton sudah bisa menantikan penayangannya di jaringan bioskop tanah air. Kehadirannya pada pertengahan April membuat film ini masuk ke jajaran tontonan lokal yang paling mencuri perhatian di awal musim rilis 2026.

Dari sisi teknis, film ini disutradarai oleh Etienne Caesar dan menjadi salah satu karya yang paling menonjol karena memadukan unsur komedi dari para pemainnya dengan atmosfer horor yang gelap. Produksinya digarap oleh Ess Jay Studio, dan film ini juga disebut sebagai salah satu debut penting di balik layar bagi sang sutradara. Kombinasi ini membuat film terasa punya energi baru, terutama karena pendekatannya tidak terlalu serius sepanjang waktu.

Cerita berpusat pada dua kakak beradik yang datang ke sebuah hotel tua terbengkalai karena percaya di sana tersimpan harta peninggalan sang ayah. Harapan mereka sederhana: menemukan sesuatu yang bisa menyelamatkan hidup dan menyelesaikan masalah keluarga. Tapi tempat yang mereka datangi justru menyimpan sejarah kelam, rahasia lama, dan suasana yang sejak awal sudah terasa tidak normal.

Yang membuat ceritanya makin menarik, salah satu dari mereka ternyata lebih dulu menyuap dua penjaga hotel agar berpura-pura menjadi hantu. Rencana itu semula dibuat untuk menekan saudara lain dan melancarkan urusan keluarga. Namun, permainan tipu-tipu itu justru memancing kejadian yang jauh lebih gila, karena sandiwara yang dibuat manusia malah membuka jalan bagi teror asli yang tidak bisa dikendalikan.

Dari sanalah film bergerak ke arah yang lebih mencekam. Sosok wanita yang pernah dibunuh dan dikubur di area hotel bangkit, lalu mulai menghantui siapa pun yang masih bertahan di dalam bangunan itu. Situasi yang tadinya penuh akal-akalan berubah menjadi perjuangan hidup dan mati, karena mereka yang semula sibuk mencari harta justru harus mencari cara untuk keluar hidup-hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....