Nusantara Beat Buktikan Musik Lokal Bisa Mendunia
- 29 Jan 2026 14:10 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Tradisi sering diperlakukan sebagai sesuatu yang jauh karena begitu sakral. Padahal, di tangan yang tepat, tradisi bisa terasa dekat, cair, dan relevan. Musik menjadi salah satu medium paling jujur untuk mempertemukan masa lalu dengan cara dengar hari ini.
Di titik itulah Nusantara Beat berdiri. Band ini tidak datang dengan niat “melestarikan” dalam pengertian museum yang rapih dan penuh jarak. Mereka justru mengajak tradisi masuk ke ruang yang lebih hidup dengan panggung gigs dan sound system besar.
Nusantara Beat dikenal meramu bunyi-bunyi tradisional Nusantara dengan groove funk, jazz, hingga elektronik. Gamelan, perkusi, dan motif etnik tidak diperlakukan sebagai pemanis, tapi sebagai fondasi. Whiteboardjournal.com pernah menyinggung bagaimana pendekatan semacam ini membuat musik tradisi terasa “bergerak”, bukan sekadar dikenang.
Momen ketika Nusantara Beat membawakan lagu “Djanger” jadi contoh paling terasa. Lagu rakyat Bali itu tidak dirombak secara agresif, tapi diberi ruang napas baru.
Ritmenya tetap akrab, melodinya masih dikenali, tapi konteksnya berubah—dari ruang upacara ke panggung musik urban. Rasanya bukan seperti menonton cover lagu daerah, tapi menyaksikan dialog lintas generasi.
Tidak ada kostum berlebihan atau romantisasi desa yang klise. Justru yang muncul adalah rasa keseharian tradisi sebagai sesuatu yang memang hidup berdampingan dengan kota, dengan anak muda, dengan musik modern.
Pada gigs, respons penonton sering kali jadi bukti. Crowd yang mungkin awalnya datang karena penasaran, perlahan ikut tenggelam dalam ritme.
Tidak perlu paham sejarah “Djanger” untuk bisa menikmati. Musiknya bekerja dulu, pengetahuan menyusul belakangan.
Nusantara Beat menunjukkan bahwa musik tradisi tidak harus memilih antara sakral atau populer. Ia bisa berada di tengah menghormati akar, sambil berani bergerak.
Tradisi tidak ditinggalkan, tapi diajak jalan. Mungkin di situlah masa depannya, bukan sebagai warisan yang dijaga jaraknya, tapi sebagai bunyi yang terus menemukan konteks baru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....