Album Baru Gigi Kelinci dan Kekacauan yang Relate

  • 10 Jun 2026 12:23 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Ada masa ketika tumbuh dewasa terasa seperti menyusun puzzle sambil kehilangan beberapa kepingnya. Rencana berantakan, hubungan tidak berjalan sesuai harapan, dan ekspektasi sering kali kalah cepat dengan realitas. Menariknya, perasaan itu yang justru banyak muncul di album terbaru Gigi Kelinci, The Mess We Made.

Band asal Bali yang seluruh personelnya perempuan ini tidak datang membawa cerita tentang hidup yang baik-baik saja. Sebaliknya, mereka terdengar nyaman mengakui bahwa banyak hal memang berantakan. Dan mungkin itu yang membuat album ini terasa dekat. Karena tidak semua orang sedang menang. Sebagian besar dari kita hanya sedang berusaha bertahan.

Judul The Mess We Made sendiri sudah seperti pengakuan terbuka. Bukan tentang menyalahkan keadaan, tetapi menyadari bahwa beberapa kekacauan dalam hidup memang hasil keputusan yang pernah kita ambil sendiri. Tidak selalu menyenangkan, tapi nyata. Di era ketika semua orang berlomba menampilkan versi terbaik dirinya di internet, mendengar sesuatu yang lebih jujur terasa menyegarkan.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. NME pernah menyoroti bagaimana generasi muda semakin terhubung dengan musik yang menghadirkan kerentanan dibanding kesempurnaan. Pendengar hari ini tidak selalu mencari lagu yang terdengar megah. Mereka mencari lagu yang terasa manusiawi. Lagu yang terdengar seperti percakapan dengan diri sendiri saat pulang malam.

Menariknya lagi Gigi Kelinci datang dari Bali. Selama ini Bali sering identik dengan pantai, turis, atau pesta. Padahal di balik itu ada skena musik independen yang terus tumbuh diam-diam. Rolling Stone beberapa kali menulis bahwa komunitas lokal sering menjadi tempat lahirnya identitas musik yang paling jujur. Gigi Kelinci terdengar seperti salah satu produk dari lingkungan itu tidak dibuat untuk mengikuti pasar, tetapi tumbuh dari keresahan yang nyata.

Yang membuat album ini menarik bukan karena mereka mencoba terdengar rumit. Justru sebaliknya. Banyak lagu di The Mess We Made terasa seperti obrolan dengan teman yang sedang sama-sama bingung menjalani hidup. Tidak menggurui. Tidak menawarkan solusi instan. Hanya mengingatkan bahwa menjadi berantakan kadang memang bagian dari proses.

Mungkin itu kenapa album ini terasa relevan untuk banyak orang hari ini. Karena di tengah budaya yang menuntut semuanya serba berhasil, Gigi Kelinci justru mengingatkan bahwa tidak apa-apa jika hidup belum sepenuhnya rapi. Toh, sebagian besar dari kita juga sedang berjalan sambil membereskan kekacauan yang pernah dibuat sendiri. Dan ternyata, itu bukan sesuatu yang harus disembunyikan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....