Harga Bahan Baku Songket Naik, Perajin Pilih Tahan Harga Jual

  • 11 Agt 2026 06:54 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karangasem – Kenaikan harga bahan baku membuat biaya produksi songket ikut meningkat. Pemilik Upaboga Songket Sidemen, I Gede Pratika Yasa, menyebut kenaikan harga bahan baku yang dihadapinya mencapai 99 persen.

Pratika mengatakan, bahan baku yang sebelumnya diperoleh dengan harga sekitar Rp3 juta lebih, saat ini berada di kisaran Rp4 juta dan bahkan mencapai Rp5,9 juta. Kondisi tersebut membuat biaya produksi ikut bertambah.

“Dari bahan baku, kita mengalami peningkatan sampai 99 persen. Yang dulunya mungkin dapat di harga Rp3 juta sekian, sekarang Rp4 juta sekian. Bahkan ada sampai Rp5.900.000 sudah hampir menyentuh Rp6 juta di bahan baku,” ujar Pratika.

Meski biaya bahan baku meningkat, Pratika tidak langsung menaikkan harga jual songket terlalu tinggi. Sebagai pelaku industri kecil, ia mempertimbangkan kemampuan pelanggan agar kenaikan harga tidak terlalu membebani konsumen.

“Cuma kita tidak mau terlalu keras menaikkannya. Apalagi kita ini selaku IKM kecil dulu. Belum berani sampai meningkatkan harga terlalu tinggi,” katanya.

Pratika mengatakan, keputusan menahan kenaikan harga juga dilakukan untuk menjaga pelanggan. Ia berharap konsumen tetap datang dan membeli produk songket yang dipasarkan.

“Karena kami juga punya prinsip, kami tidak mau terlalu mencepek keras pelanggan kami. Kami lebih mengutamakan kedepannya, agar pelanggan kami tetap ingin datang dan berbelanja,” ujar Pratika.

Di tengah kenaikan harga bahan baku, Pratika berharap pelaku industri kecil di Bali dapat memperoleh bahan baku dengan harga yang lebih stabil. Menurutnya, kenaikan yang terjadi dari waktu ke waktu menyulitkan pelaku usaha dalam mengatur biaya produksi.

“Keinginan IKM yang ada di Bali, dan teman-teman saya yang saya ajak berpameran di Art Center, mereka cuma berharap agar bisa mendatangkan bahan baku dengan harga yang stabil. Tidak setiap tahun itu meningkat,” katanya.

Pratika juga berharap ketersediaan bahan baku tetap terjaga di Bali. Ia menilai harga yang stabil dan pasokan yang tersedia akan membantu perajin menjaga kelancaran produksi.

“Kita di Bali sebenarnya berharap seperti itu. Gimana solusinya agar harga stabil dan bahan baku tetap ready di Bali?” ujar Pratika.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....