Pemilik Salad Liang : Tips Memilih Buah di Internet Tidak Selalu Valid
- 15 Jun 2026 10:22 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID,Denpasar- Pemilik ( owner ) usaha kuliner sehat Salad Liang di Bali, Kadek Liang Surya Santosa, membagikan pengalaman uniknya mengenai realitas pemilihan bahan baku buah segar, yang ternyata kerap kali bertolak belakang dengan berbagai tips umum yang beredar luas di jagat maya atau internet. Pemuda yang belajar ilmu perbuahan secara otodidak ini mengaku, sempat mengalami fase keliru karena mempercayai referensi digital saat awal merintis bisnis kuliner.
Kadek Liang mengungkapkan pengalaman lapangan membuktikan, bahwa karakteristik buah lokal di Bali sangat dipengaruhi oleh faktor musiman, sehingga teori visual yang ada di internet, tidak dapat dijadikan acuan mutlak dalam menentukan rasa manis sebuah buah.
Saat menceritakan masa-masa sulitnya mempelajari karakteristik buah semangka dan mangga, Kadek Liang menuturkan bahwa pengalaman langsung di pasar jauh lebih akurat, daripada sekadar membaca artikel tutorial. "Karena saya sudah mengalami langsung beberapa kali belajar melalui internet, misalnya memilih buah mangga yang manis, ternyata ketika saya terapkan hasilnya tidak sesuai," ujar Kadek Liang saat berbincang dalam program Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar, Jum’at, 5 Juni 2026.
Ia menjabarkan bahwa buah yang dipetik di awal atau akhir musim, cenderung memiliki rasa yang kurang maksimal, sehingga pemahaman mendalam tentang siklus panen lokal, menjadi kunci utama yang ia terapkan sampai sekarang. Demi menjaga kepercayaan konsumen terhadap cita rasa Salad Liang, Kadek Liang memberlakukan sistem kontrol kualitas yang sangat ketat, dengan target perputaran stok yang relatif sangat singkat.
Kadek Liang menjelaskan seluruh jenis buah mulai dari apel, melon, pepaya, hingga buah naga yang masuk ke dapur produksi, dipatok harus habis terjual dalam jangka waktu maksimal dua hari. Strategi pembatasan waktu simpan ini sengaja diambil, untuk menghindari penurunan kadar air dan perubahan tekstur buah, yang dapat merusak keharmonisan rasa saat dipadukan dengan saus dressing khusus.
Guna mendukung kelancaran pola operasional tersebut, koordinasi yang intensif dengan pihak pemasok (supplier) buah tepercaya dilakukan setiap hari menjelang gerai fisik ditutup pada sore hari. "Jadi kita targetnya paling maksimal dua hari harus sudah habis, jadi setelah itu biasanya di hari itu saya sudah kontak supplier, untuk besok pagi biar sudah dikirimkan buahnya," ungkap Kadek liang.
Melalui skema pengiriman buah tersebut, Kadek Liang berhasil mengeliminasi risiko pembusukan bahan baku, sekaligus memotong biaya pemeliharaan mesin pendingin berskala besar. Pola edukasi juga dilakukan kepada pelanggan sehingga pelanggan merasa aman, karena mengetahui bahwa salad buah yang mereka konsumsi selalu diracik dari buah yang baru dikupas.
Komitmen untuk terus menyajikan produk segar diakui Kadek Liang sebagai tantangan terbesar, sekaligus seni dalam menjalankan bisnis makanan berbasis buah segar. Ia juga berencana untuk terus memperdalam ilmu manajemen operasionalnya, melalui jalur pendidikan formal tingkat magister (S2) dalam beberapa tahun ke depan, jika struktur manajemen tokonya sudah semakin stabil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....