Temu Usaha Dorong UMKM Denpasar Naik Kelas

  • 29 Jul 2026 14:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar memperkuat upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas melalui penguatan kemitraan dengan dunia usaha. Langkah tersebut diwujudkan melalui Temu Usaha (Business Matching) Penanaman Modal Tahun 2026 yang mempertemukan UMKM dengan jaringan retail modern, lembaga keuangan, organisasi bisnis, serta akademisi.

Kegiatan yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Denpasar itu dibuka Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, melalui pemukulan gong di Graha Sewakadarma, Lumintang, Senin 27 Juli 2026. Memasuki penyelenggaraan keenam, forum tersebut mengusung tema "Melalui Temu Usaha, Kita Perkuat Kemitraan UMKM dengan Dunia Usaha untuk Mendorong Investasi yang Inklusif dan Berkelanjutan di Kota Denpasar."

Dalam sambutannya, Arya Wibawa menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak perekonomian Kota Denpasar. Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pemasaran digital, tetapi juga perlu didukung dengan akses pasar yang lebih luas, termasuk melalui kerja sama dengan jaringan retail modern.

"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Kota Denpasar. Selain memanfaatkan teknologi digital, pelaku UMKM juga perlu mendapatkan ruang di pasar modern agar produk lokal semakin dikenal dan memiliki daya saing yang kuat," ujar Arya Wibawa.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar tengah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk merumuskan regulasi yang dapat memperkuat keterlibatan retail berjaringan dalam memasarkan produk UMKM lokal. Regulasi tersebut nantinya dapat berupa Peraturan Wali Kota maupun Peraturan Daerah yang mengatur dukungan retail modern terhadap produk UMKM melalui penyediaan ruang pemasaran maupun kemudahan aspek perizinan.

Menurut Arya Wibawa, langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi pelaku UMKM sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, dan daya saing usaha.

Selain memperkuat pasar domestik, Pemkot Denpasar juga membuka peluang pengembangan UMKM menuju pasar internasional. Arya Wibawa mengungkapkan, sebelumnya Pemerintah Kota Denpasar menerima kunjungan Atase Perdagangan Timor Leste yang memberikan apresiasi terhadap perkembangan UMKM Denpasar sekaligus membuka peluang kerja sama perdagangan.

"Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi mampu menghasilkan kemitraan yang nyata dan berkelanjutan demi mewujudkan Denpasar yang maju, kreatif, berbudaya, dan sejahtera," katanya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Denpasar, Ida Bagus Benny Pidada Rurus, mengatakan Temu Usaha merupakan forum strategis untuk mempertemukan UMKM dengan pelaku usaha besar dalam menjawab tantangan pemasaran yang masih dihadapi pelaku usaha lokal.

"Melalui kemitraan ini, UMKM diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan kualitas produk, menciptakan lapangan kerja, serta melahirkan wirausaha baru yang tangguh," ujarnya.

Sebanyak 30 UMKM potensial dari berbagai sektor usaha mengikuti kegiatan tersebut. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dan mitra strategis, di antaranya perwakilan Arta Sedana Sesetan, Karya Sari Sesetan, Asia Small Business Federation (ASBF) Bali, Dr. Ida Ayu Maharatni, serta Bank BPD Bali.

Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan dunia akademik, Pemerintah Kota Denpasar optimistis Temu Usaha 2026 mampu menghasilkan kerja sama konkret dalam bidang pemasaran, rantai pasok, serta pengembangan usaha guna memperkuat daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....