Sunaka Jewelry Berdayakan Puluhan Perajin Lokal

  • 05 Jun 2026 09:26 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar- Sunaka Jewelry secara konsisten berkomitmen untuk menjaga warisan budaya dan keaslian seni perhiasan Celuk, dengan memberdayakan potensi generasi muda melalui optimalisasi ekosistem pasar daring. Selain itu juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga sekitar kurang lebih tiga puluh perajin lokal asal Gianyar, Bali.

Dalam perbincangan Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar, Jumat, 22 Mei 2026, Divisi E-Commerce Sunaka Jewelry, I Komang Kartika menjelaskan keterlibatan aktif tenaga kerja muda di sektor digital ini, berhasil membuka ruang kerja baru bagi komunitas lokal. Selain itu juga sebagai upaya menjaga keberlanjutan industri kreatif perak, yang telah diwariskan turun-temurun sejak puluhan tahun silam.

Komang Kartika mengungkapkan eksistensi usaha kriya ini, memiliki sejarah panjang yang sangat kuat karena pertama kali dirintis dan didirikan pada tahun 1979, oleh perajin generasi ketiga atas nama I Ketut Sunaka. Warisan budaya yang berharga tersebut, kemudian terus dijaga kelestariannya dan kini tongkat estafet kepemimpinan perusahaan telah dilanjutkan secara professional, oleh pemilik generasi berikutnya yaitu Kadek Ganda Ismawan.

Sinergi antara manajemen yang dinamis dan keterampilan tangan para perajin lokal terbukti efektif, dalam memproduksi ratusan jenis perhiasan mulai dari cincin, kalung, hingga liontin berkualitas tinggi. “Pola kemitraan inklusif ini sengaja dirancang, untuk membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga di pedesaan, tanpa harus membuat para perempuan kehilangan waktu mengurus rumah tangga mereka” ujar Komang Kartika.

Komang Kartika menambahkan langkah pemberdayaan ini juga diimbangi dengan proses regenerasi pasar, yang sukses menarik minat pembeli dari kalangan generasi muda, khususnya dalam penyediaan cincin pernikahan atau perhiasan harian. Fenomena tersebut mendobrak stigma lama bahwa kerajinan kriya perak hanya diminati oleh kalangan orang tua saja yang menyukai desain-desain bernuansa kuno.

Variasi harga yang ditawarkan pun sangat inklusif bagi kantong anak muda, yakni dimulai dari Rp150.000, hingga bernilai puluhan juta rupiah untuk kategori koleksi premium yang rumit. Fleksibilitas harga inilah yang membuat produk perak lokal tetap adaptif, dan mampu bertahan di tengah ketatnya persaingan industri fesyen modern yang kian hari kian kompetitif.

Melalui perpaduan antara nilai historis yang kuat sejak tahun 1979 dan inovasi digital di tahun 2026 ini, Sunaka Jewelry membuktikan bahwa tradisi lokal tidak akan tergerus oleh zaman. “Komitmen jangka panjang untuk tetap bertahan di pusat kerajinan perak di Jalan Raya Celuk Sukawati Gianyar, menjadi bukti nyata dedikasi kami di Sunaka Jewelry dalam melestarikan identitas seni lokal kerajinan perak “ tutup Komang Kartika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....