Eksistesi Kuliner Tadisional di tengah Gempuran Kuliner Modern
- 28 Mei 2026 13:03 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Keberadaan makanan tradisional Bali hingga kini masih bertahan di tengah maraknya makanan modern dan cepat saji yang semakin diminati masyarakat. Kuliner khas Singaraja seperti blayag dan siobak pun masih mudah ditemukan di Denpasar dan tetap memiliki peminat tersendiri.
I Gusti Agung Ayu Sofia owner laluna kitchen, spesial menjual blayag dan siobak khas singaraja yang berlokasi di jalan terompong, Denpasar. Saat siaran Teras UMKM di Pro 4 Budaya Radio Republik Indonesia (RRI) Denpasar, selasa 26 mei 2026. Mengatakan makanan tradisional tetap memiliki peminat karena cita rasanya yang khas, Walaupun sekarang banyak makanan yang modern .
" Blayag singaraja masih banyak peminatnya karena rasanya yang khas. Banyak pelanggan yang datang karena rindu makanan zaman dulu terutama warga yang berasal dari singaraja yang tinggal di Denpasar.” tuturnya.
Ia juga mengatakan sajian blayag yang dijual di Laluna Kitchen tidak menggunakan penyedap rasa atau micin maupun santan. Hal tersebut dilakukan agar makanan lebih sehat dan aman dikonsumsi oleh pelanggan lanjut usia.
“Blayag yang kami sajikan tidak memakai micin dan santan supaya lebih sehat dan aman dikonsumsi, terutama untuk kalangan lansia. Kami tetap menjaga cita rasa tradisional meskipun tanpa bahan penyedap dengan resep keluarga dari turun temurun.” katanya.
Selain menjaga kualitas rasa, ia juga mengatakan untuk berupaya mempertahankan eksistensi kuliner tradisional Bali di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Tantangan terbesar saat ini adalah menarik minat generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai makanan tradisional daerah.
" Kami juga memanfaatkan media sosial untuk menarik minat generasi muda terhadap kuliner tradisional dengan memadukan tampilan yang lebih menarik tanpa menghilangkan keaslian dari blayag tersebut,"ujarnya.
“ Saya berharap makanan tradisional Bali tetap dilestarikan dan semakin dikenal oleh generasi muda, sehingga kuliner khas daerah dapat terus bertahan serta tidak kalah bersaing dengan makanan modern,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....