HIPMI Bali: Serapan Produk Lokal untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani

  • 08 Feb 2025 17:52 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar : Produksi padi pada 2024 diperkirakan sebesar 647.966 ton GKG. Angka itu mengalami penurunan sebanyak 25.614 ton GKG atau 3.80 persen dibandingkan tahun 2023.

Pada tahun 2023, produksi padi mencapai 673.581 ton GKG. Melihat indeks nilai tukar petani (NTP) Provinsi Bali bulan Desember 2024 dengan nilai 97.69.

Artinya petani Bali mengalami defisit dalam melakukan usaha taninya. Salah satu cara meningkatkan NTP adalah menaikkan harga jual produk hasil pertaniannya.

Kabid 7 HIPMI Bali, Komang Tangkas Perwira Negara S.Kom, MMSI, S.E., Ak., menilai, petani perlu mendapat akses yang lebih baik kepada distributor/konsumen. Langkah itu diyakini akan menjamin harga yang diterima petani bisa meningkat.

“Pada saat yang sama harga yang diterima oleh konsumen dapat menurun karena ada mata rantai yang dipersingkat,” katanya kepada rri.co.id, Minggu (8/2/2025).

“Sehingga kondisi ini sebagai win-win solution antara petani dan konsumen,” lanjutnya.

Selain itu, perlu disikapi loss akibat tidak terjualnya hasil pertanian perlu diturunkan dengan meningkatkan serapan pasar terutama dibidang hotel, restoran, dan ritel. Melalui dukungan regulasi dan semangat berkontribusi terhadap masyarakat lokal, perusahaan-perusahaan yang mendapatkan penghasilan di Bali seharusnya memprioritaskan konsumsinya dengan produk lokal.

“Sehingga terjadi lingkaran positif dimana perusahaan memperkuat ekonomi masyarakat lokal, dan masyarakat memberikan nilai tambah bagi perusahaan melalui budayanya (yang memerlukan dana untuk pelaksanaannya),” ujarnya.

Jika NTP Provinsi Bali dan kesejahteraan petani meningkat, maka penurunan luas panen padi di sejumlah 1.289 hektare (-1.19%) dari tahun 2023 seluas 108.514 hektare menjadi 107.225 hektare pada tahun 2024. Salah satu indikasinya karena pengalihan lahan dapat ditekan.

“Untuk itu Hipmi Bali sangat menantikan penegasan aturan dan implementasi nyata dilapangan agar perusahaan dapat menyerap hingga 80% hasil produk lokal,” pungkas Komang Tangkas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....