Ada Pesan Kehidupan di Balik Simbol Tebu Pengantin Bali

  • 05 Okt 2026 07:50 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Tebu merupakan salah satu simbol penting dalam tradisi pernikahan Bali yang melambangkan perjalanan kehidupan pasangan pengantin di masa depan.
  • Simbol tebu mengajarkan pasangan pengantin untuk menjalani kehidupan secara perlahan, hati-hati, dan tetap berpegang pada tuntunan baik agar dapat merasakan manisnya kehidupan.
  • Kehidupan rumah tangga penuh dengan larangan dan tantangan yang harus dipahami bersama, namun larangan tersebut berfungsi sebagai penuntun atau jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

RRI.CO.ID, Denpasar - Siaran Obrolan Galang kangin, Kamis,, 1 Oktober 2026 membahas tebu yang selalu menghiasi mobil pengantin di Bali, menjadi salah satu simbol yang memiliki makna sebagai gambaran perjalanan kehidupan yang akan dijalani pasangan setelah memasuki kehidupan rumah tangga. Ajik Tibah dan Beli Kejoer, dalam obrolannya mengungkapkan, bahwa simbol tersebut mengajarkan agar pasangan pengantin mampu menjalani kehidupan secara perlahan, hati-hati, dan tetap berpegang pada tuntunan yang baik, sehingga dapat merasakan manisnya kehidupan.

Dalam perbincangan tersebut, Tibah menjelaskan, bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan tanpa hambatan karena terdapat berbagai larangan dan tantangan yang harus dipahami bersama. "Banyak larangan, tetapi larangan itu menjadi pemargi atau jalan yang mengarahkan kita," ungkapnya.

Dijelaskan, tebu juga dimaknai sebagai simbol kehidupan baru yang membutuhkan kesiapan dari kedua pasangan untuk menghadapi perubahan. Memasuki kehidupan baru berarti meninggalkan sebagian kebiasaan lama dan mulai membangun kehidupan bersama dengan penuh tanggung jawab.

Sementara Kejoer mengupas makna simbolik tebu tersebut, tidak hanya berkaitan dengan bentuk atau keberadaan tebu dalam upacara, tetapi juga pesan moral yang terkandung di dalamnya. "Tebu ibaratnya menyampaikan pesan kepada semua orang, bahwa ada pasangan baru yang akan menjalankan manisnya kehidupan berumah tangga," ucapnya, mengisyaratkan bahwa pasangan diharapkan tetap mampu menjaga arah kehidupan dan menjalankan kewajiban dengan baik.

Pembahasan mengenai simbol pengantin juga mengaitkan kehidupan berumah tangga dengan pentingnya pengetahuan dan kebijaksanaan. Pasangan tidak hanya dituntut mempersiapkan kehidupan secara lahiriah, tetapi juga membangun kesiapan batin agar mampu menghadapi berbagai persoalan dalam perjalanan rumah tangga.

Dengan demikian, tebu dalam tradisi pengantin dapat dipahami sebagai pengingat agar kehidupan baru dijalani dengan kesabaran, kehati-hatian, serta komitmen bersama. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi pasangan untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan tetap berlandaskan tuntunan adat serta nilai kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....