Mengapa Tuhan Dimanifestasikan dalam Wujud Tri Murti?

  • 21 Sep 2026 09:27 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Agama Hindu meyakini Tuhan Yang Maha Esa (monoteisme) sebagai satu-satunya Tuhan, meskipun memiliki banyak manifestasi dalam wujud para dewa.
  • Para dewa dalam agama Hindu adalah sinar suci Tuhan yang hadir dengan fungsi dan peran berbeda untuk menjaga keseimbangan alam semesta.
  • Penyuluh Agama Hindu Ni Wayan Sri menjelaskan konsep Tri Murti dalam program Surya Puja RRI Pro 4 Denpasar pada 18 September 2026.

RRI.CO.ID, Denpasar - Agama Hindu meyakini Tuhan Yang Maha Esa sebagai satu-satunya Tuhan, namun memiliki banyak manifestasi dalam wujud para dewa. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ni Wayan Sri, dalam program Surya Puja RRI Pro 4 Denpasar dengan tema “Manifestasi Tuhan dalam Wujud Tri Murti”, Jumat, 18 September 2026.

Sri menjelaskan, para dewa merupakan sinar suci Tuhan yang hadir dengan fungsi dan peran berbeda dalam menjaga keseimbangan alam semesta. “Dalam agama Hindu, kita mempercayai paham monoteisme, yaitu keyakinan terhadap adanya satu Tuhan, yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Tri Murti merupakan tiga perwujudan utama Tuhan yang terdiri dari Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara, dan Siwa sebagai pelebur. “Tri Murti merupakan tiga perwujudan utama Tuhan, Tri artinya tiga dan Murti artinya manifestasi,” jelasnya.

Dalam kehidupan masyarakat Bali, konsep Tri Murti juga tercermin dalam keberadaan Kahyangan Tiga yang menjadi landasan kehidupan beragama di desa adat. Dewa Brahma berstana di Pura Desa atau Bale Agung, Dewa Wisnu di Pura Puseh, sedangkan Dewa Siwa berstana di Pura Dalem atau Prajapati.

Sri menerangkan, Brahma merupakan manifestasi Tuhan sebagai pencipta alam semesta beserta seluruh isinya, termasuk manusia dan makhluk hidup lainnya. “Bila disebut sebagai Brahma, maka ia adalah manifestasi Tuhan Yang Mahakuasa sebagai pencipta,” katanya.

Brahma dalam ajaran Hindu juga dikaitkan dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan melalui saktinya, Dewi Saraswati. Pengetahuan tersebut menjadi sarana untuk menuntun manusia menjalani kehidupan yang baik dan benar serta memahami ajaran Dharma.

Manifestasi kedua adalah Dewa Wisnu yang memiliki fungsi memelihara dan melindungi alam semesta beserta seluruh ciptaan Tuhan. “Dewa Wisnu, manifestasi Tuhan Yang Mahakuasa yang memelihara jagat raya dan segala isinya,” tutur Sri.

Menurutnya, fungsi pemeliharaan Wisnu juga berkaitan dengan kesuburan, kemakmuran dan keberlangsungan kehidupan seluruh makhluk. Dalam tradisi Hindu Bali, Wisnu dikaitkan dengan air sebagai sumber kehidupan dan berstana di Pura Puseh dengan berbagai simbol yang menyertainya.

Sementara itu, Dewa Siwa merupakan manifestasi Tuhan yang memiliki fungsi pelebur atau pralina terhadap alam semesta dan segala isinya. Peleburan tersebut bukan semata-mata bermakna kehancuran, tetapi juga proses mengembalikan sesuatu kepada bentuk asalnya ketika sudah tidak diperlukan.

“Siwa adalah Tuhan Yang Mahakuasa sebagai pelebur, kembali kepada aspek pralaya atau perlindungan dari alam semesta dan segala isinya,” jelasnya. Ia menambahkan, Siwa juga dikenal sebagai guru dan perwujudan cinta kasih yang memberikan tuntunan serta pendidikan kepada umat manusia mengenai ajaran Dharma.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Gianyar tersebut menyebut ketiga manifestasi tersebut memiliki simbol dan wilayah masing-masing yang memperkuat pemahaman umat terhadap fungsi Tri Murti. Brahma dikaitkan dengan warna merah dan arah selatan, Wisnu dengan warna hitam serta arah utara, sedangkan Siwa disimbolkan dengan warna putih dan berstana di Pura Dalem.

Tri Murti juga memiliki keterkaitan erat dengan konsep Tri Sakti yang menggambarkan kekuatan, kemampuan dan kekuasaan Tuhan dalam menjalankan fungsi penciptaan, pemeliharaan dan peleburan. Ketiga fungsi tersebut menunjukkan bahwa kehidupan alam semesta berlangsung melalui proses yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, konsep Tri Murti juga dapat ditemukan melalui berbagai simbol sarana upacara yang digunakan umat Hindu. Pemahaman terhadap simbol tersebut diharapkan tidak berhenti pada bentuk lahiriah, tetapi mampu mengantarkan umat untuk memahami makna spiritual di balik setiap perwujudan Tuhan.

Sri menegaskan, Tri Murti pada hakikatnya tetap bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa yang tunggal. “Tuhan hanya satu tidak ada yang kedua, tetapi orang bijaksana menyebut dengan banyak nama,” ujarnya.

Ia mengajak umat Hindu untuk menjadikan pemahaman mengenai Tri Murti sebagai landasan dalam menjalani kehidupan yang selaras dengan ajaran Dharma. “Kita sebagai umat manusia selalu bersyukur karena sudah diciptakan menjadi ciptaan yang paling sempurna, marilah kita selalu berjalan di jalan Dharma,” ucap Ni Wayan Sri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....