Jadilah Solusi Jangan Jadi Polusi dalam Kehidupan

  • 30 Sep 2026 13:26 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Program Obrolan Galang Kangin RRI Pro 4 menekankan pentingnya membangun disiplin yang dimulai dari diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
  • Ajik Tibah dan Beli Kejoer mengaitkan kedisiplinan dengan berbagai persoalan sosial, termasuk ketertiban berlalu lintas dan tanggung jawab dalam menjalankan aktivitas.
  • Kemacetan lalu lintas sering terjadi akibat perilaku pengguna jalan yang kurang tertib, seperti kebiasaan terburu-buru, tidak sabar, dan kurang memperhatikan aturan.

RRI.CO.ID, Denpasar - Program Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar pada Rabu 30 September 2026 membahas pentingnya membangun disiplin yang dimulai dari diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Ajik Tibah dan Beli Kejoer mengaitkan kedisiplinan dengan berbagai persoalan sosial, termasuk ketertiban berlalu lintas dan tanggung jawab dalam menjalankan aktivitas.

Perbincangan diawali dengan gambaran kondisi lalu lintas yang kerap mengalami kemacetan akibat perilaku pengguna jalan yang kurang tertib. Kebiasaan terburu-buru, tidak sabar, serta kurang memperhatikan aturan disebut dapat menambah persoalan di jalan raya.

Menurut Tibah, kemajuan ekonomi dan teknologi seharusnya diikuti dengan peningkatan kualitas serta kedisiplinan masyarakat. “Canggih teknologi harus diimbangi dengan kecanggihan masyarakat,” ungkapnya yang menjadi salah satu penekanan dalam perbincangan.

Kemajuan teknologi dinilai akan memberikan manfaat apabila digunakan oleh masyarakat yang mampu memahami aturan dan bertanggung jawab atas penggunaannya. Sebaliknya, kemajuan sarana tanpa diikuti kedisiplinan dapat menimbulkan persoalan baru dalam kehidupan sosial.

Kejoer menmbahkan, bahwa kedisiplinan juga dikaitkan dengan kejujuran dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. “Orangnya juga harus canggih, memahami pentingnya kemampuan manusia menggunakan berbagai sarana secara tepat dan bertanggung jawab ,” jelasnya.

Dalam konteks berlalu lintas, disiplin sederhana seperti mematuhi lampu lalu lintas menjadi contoh nyata penerapan aturan yang dimulai dari diri sendiri. “Lampu merah berhenti, lampu kuning hati-hati, lampu hijau baru menjalankan,” tambah Tibah, menjelaskan aturan dasar yang semestinya dipatuhi setiap pengguna jalan.

Menurut Tibah dan Kejoer, kemacetan maupun berbagai persoalan di masyarakat pada dasarnya dapat dikurangi apabila setiap orang mau menjalankan perannya dengan tertib. Karena itu, solusi tidak selalu harus menunggu tindakan pihak lain, tetapi dapat dimulai melalui perubahan perilaku individu.

Pembahasan tersebut juga menyoroti pentingnya mencari solusi daripada memperbesar persoalan yang ada. “Jadilah solusi, jangan sebagai polusi,” kata Tibah, menjadi pesan yang disampaikan dalam siaran untuk mengajak masyarakat mengambil peran positif dalam menghadapi berbagai masalah.

Disiplin tidak hanya berlaku di jalan raya, tetapi juga dalam pekerjaan dan kehidupan bermasyarakat. Kedisiplinan dalam bekerja, menaati aturan, serta menghormati hak orang lain dinilai dapat menciptakan lingkungan kehidupan yang lebih tertib.

Tibah juga mengungkapkan bahwa perilaku manusia disebut memiliki pengaruh besar terhadap kondisi lingkungan sosial di sekitarnya. “Yang jelek manusia, gumi bareng jelek; yan luung manusia, gumi kal bareng dadi luung,” katanya, menjadi gambaran bahwa kualitas kehidupan bersama sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia.

Karena itu, perubahan menuju kehidupan yang lebih tertib perlu dimulai dari kesadaran pribadi, bukan semata-mata dengan menyalahkan keadaan. Disiplin yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi kebiasaan positif dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.

Kejoer juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan berusaha mencapai kehidupan yang lebih baik. “Kalau ada usaha, peluang untuk mencapai tujuan itu pasti ada,” tuturnya, menjadi pesan agar masyarakat tidak berhenti berusaha dan tetap menjalankan tanggung jawab dengan disiplin.

Melalui tema “Disiplin Mulai dari Diri Sendiri”, pendengar diajak menyadari bahwa ketertiban merupakan hasil dari kebiasaan setiap individu dalam menaati aturan. Dari disiplin berlalu lintas, disiplin bekerja, hingga disiplin menjalankan kehidupan sosial, perubahan dapat dimulai dari diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....