Memahami Makna Spiritual Ritual Tepung Tawar dalam Upcara Yadnya di Bali

  • 09 Sep 2026 14:48 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar- Pelaksanaan ritual Tepung Tawar di Bali menyimpan dimensi spiritual mendalam yang berfungsi sebagai sarana penyucian jiwa serta penyeimbang energi lahir dan batin bagi umat Hindu. Esensi sakral tersebut dijabarkan oleh Penyuluh Agama Hindu Ahli Madya Kanwil Kementerian Agama ( Kemenag) Kabupaten Badung, Ni Nengah Rasmiati, S.Ag.,M.Pd.H., dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 8 September 2026.

Menjelaskan fungsi utama ritual tersebut, Rasmiati menyatakan bahwa sarana ini memiliki kekuatan spiritual untuk menetralisir energi negatif. "Tepung tawar di Bali adalah sarana dan prosesi ritual sakral yang digunakan dalam berbagai upacara Yadnya, untuk penyucian jiwa atau ruwat, serta menetralisir energi negatif secara lahir dan batin," jelas Rasmiati.

Pelaksanaan ritual ini umumnya menjadi satu kesatuan, dalam upacara pembersihan atau pebantenan seperti Otonan maupun Manusa Yadnya lainnya. Mantra Tepung Tawar diucapkan khusus, untuk mengaktifkan energi spiritual dari sarana upacara, sehingga mampu membersihkan kotoran batin.

Rasmiati menambahkan berkenaan dengan unsur dan makna filosofisnya, penggunaan beras putih dan kunyit melambangkan keseimbangan antara kesucian dan kekuatan hidup manusia. "Daun dapdap berfungsi sebagai media penyalur dan pengikat kekuatan mantra, atau simbol Asta Sastra untuk melenyapkan kekotoran batin, sedangkan air suci menjadi pemurni secara niskala," ungkap Rasmiati.

Tujuan utama dari ritual ini adalah untuk menolak bala, menetralisir energi buruk, serta mengembalikan keharmonisan hidup bhuana alit dan bhuana agung. Prosesi aplikasi tepung tawar biasanya dilakukan sebelum seseorang menerima Toya Anyar, atau sebelum natab banten inti dalam rangkaian upacara.

Rasmiati mengungkapkan rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan pemercikan air suci pembersihan, untuk mengembalikan kesucian jiwa secara utuh dan menyeluruh. Melalui Prosesi ini umat Hindu diajarkan untuk senantiasa melestarikan alam lingkungan, karena alam merupakan sumber pembersihan diri guna meningkatkan kualitas kesucian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....