Semua Ditentukan Dalang, Lalu Apa Peran Manusia?

  • 23 Jul 2026 07:36 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar pada 21 Juli 2026 mengangkat tema filosofi pewayangan Bali tentang bagaimana semua peristiwa ditentukan oleh Dalang (Tuhan).
  • Dalam pertunjukan wayang, seluruh gerak tokoh dikendalikan oleh dalang meskipun setiap tokoh memiliki karakter dan peran masing-masing, yang menganalogikan kehidupan manusia berada dalam kuasa Tuhan.
  • Manusia memiliki kewajiban untuk menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh meskipun kehidupan secara keseluruhan ditentukan oleh kekuatan yang lebih besar sebagai Dalang Agung.

RRI.CO.ID, Denpasar — Obrolan Galang Kangin di Pro 4 RRI Denpasar edisi Selasa, 21 Juli 2026, bersama Ajik Tibah dan Beli Kejoer mengangkat tema "Semua Ditentukan oleh Dalang", yang mengajak masyarakat memaknai kehidupan melalui filosofi pewayangan Bali. Dalam perbincangan tersebut dijelaskan bahwa setiap peristiwa yang terjadi di dunia memiliki pengatur atau "dalang", namun manusia tetap berkewajiban menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh.

Tibah menjelaskan bahwa dalam pertunjukan wayang, seluruh gerak tokoh dikendalikan oleh dalang meskipun setiap tokoh memiliki karakter dan perannya masing-masing. Analogi tersebut menggambarkan bahwa kehidupan manusia juga berada dalam kuasa Tuhan sebagai Dalang Agung yang mengatur jalannya kehidupan.

"Dalam kehidupan ini selalu ada dalang yang menggerakkan semuanya. Dalang yang paling berkuasa adalah Tuhan," ujar Ajik Tibah. Ia menambahkan, manusia tidak pernah mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi pada masa depan sehingga yang dapat dilakukan adalah berusaha sebaik mungkin sambil menerima setiap hasil dengan penuh keikhlasan, sehingga segala usaha yang dilakukan tetap memiliki makna karena merupakan bagian dari kewajiban manusia dalam menjalani kehidupan.

Sementara Kejoer dalam obrolan tersebut menyampaikan bahwa setiap aktivitas manusia berlangsung di bawah pengawasan nilai-nilai kehidupan yang menjadi pengingat agar setiap orang selalu berbuat baik. "Setiap langkah dan tindakan hendaknya dilandasi niat yang tulus serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat menjauhkan diri dari kebajikan, karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti, tetapi kita tetap harus menjalankan peran dan melakukan yang terbaik," katanya.

Ajik Tibah kembali mengingatkan bahwa setelah suatu peristiwa berlalu, manusia harus mampu kembali memusatkan perhatian pada tanggung jawab berikutnya tanpa terus larut dalam euforia maupun kekecewaan, agar kehidupan tetap berjalan seimbang dan produktif. "Kebaikan akan selalu menyertai orang yang menjaga pikiran dan tindakannya tetap berada di jalan yang benar," ungkapnya.

Pada pengujung siaran, Beli Kejoer menambahkan bahwa manusia perlu menyadari keterbatasannya di hadapan kehendak Tuhan tanpa kehilangan semangat untuk terus berkarya. "Keseimbangan antara usaha, doa, dan kepasrahan menjadi bekal penting dalam menghadapi setiap dinamika kehidupan, dan yang terpenting adalah tetap menjalankan kewajiban dengan penuh semangat, sedangkan hasil akhirnya kita serahkan kepada Tuhan sebagai Dalang kehidupan," pungkas Beli Kejoer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....