Ajaran Tri Kaya Parisudha Bersihkan Sampah Batin Manusia
- 16 Jul 2026 06:58 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penerapan ajaran luhur Tri Kaya Parisudha secara konsisten, menjadi solusi spiritual paling efektif untuk membersihkan segala macam "sampah dalam diri", yang mengotori batin manusia. Hal tersebut disampaikan langsung Penyuluh Agama Ahli Madya Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Badung, Ni Nengah Rasmiati, S.Ag.,M.Pd.H., ketika berbincang dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 14 Juli 2026.
Rasmiati menjelaskan pentingnya menyelaraskan tiga pilar perilaku utama manusia, agar terhindar dari perilaku tercela yang merugikan. "Upaya membersihkan sampah di dalam diri ini, wajib dijalankan secara berkesinambungan melalui implementasi Tri Kaya Parisudha yang nyata, yaitu berkomitmen penuh untuk selalu berpikir yang baik, berkata-kata yang baik, serta senantiasa berbuat yang baik," ujar Rasmiati.
Rasmiati menambahkan landasan utama dari seluruh tindakan nyata manusia dalam kehidupan bermasyarakat, bermula dari kualitas pikiran yang dipelihara di dalam ruang kesadaran masing-masing. Ketika seseorang berhasil menjaga pikirannya agar tetap positif dan bersih, maka secara otomatis tutur kata serta tindakan fisik yang dihasilkan akan memancarkan kebajikan.
Lebih lanjut, Rasmiati merinci pembagian elemen Tri Kaya Parisudha yang memegang peranan krusial, dalam proses penyucian diri tersebut. "Secara teologis, ajaran ini memuat aspek Manacika yang berarti berpikir baik dan suci, Wacika yang menuntut kita berkata benar serta lembut, hingga Kayika yang mewujud pada tindakan nyata yang jujur serta bermanfaat bagi sesama makhluk hidup," jelas Rasmiati
Rasmiati mengungkapkan ketiga aspek penyucian diri ini harus dilatih setiap hari secara disiplin, layaknya seseorang yang sedang membersihkan rumah tempat tinggalnya dari debu dan kotoran. Ketiadaan upaya untuk menyelaraskan ketiga unsur ini, dipastikan membuat batin manusia menjadi sangat rentan, terpengaruh oleh vibrasi negatif lingkungan luar.
Melalui penataan perilaku yang berpedoman pada ajaran suci ini, ketenangan batin yang diidamkan oleh setiap insan, diyakini akan tercipta dengan sendirinya di tengah dinamika kehidupan. Perilaku yang terkontrol dengan baik, juga secara otomatis akan meminimalkan potensi konflik sosial, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat beragama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....