Gaji Cepat Habis? Ajaran Hindu ternyata Punya Rahasia Mengelola Keuangan
- 15 Jul 2026 11:59 WIB
- Denpasar
Poin Utama
- Penyuluh Agama Hindu mengajak masyarakat mengelola penghasilan bulanan dengan prinsip Catur Purusa Artha dan Dharma untuk keseimbangan duniawi dan spiritual.
- Penghasilan bukan hanya hasil kerja keras tetapi juga anugerah Tuhan yang harus dikelola dengan kesadaran penuh dan rasa syukur.
- Prinsip Aparigraha (hidup tidak berlebihan) dan konsep Tri Rna (tiga utang suci) menjadi solusi menghindari gaya hidup konsumtif dan perilaku boros.
- Pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab seperti mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyisihkan untuk yadnya adalah bentuk nyata pelaksanaan Dharma.
RRI.CO.ID, Denpasar – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ida Ayu Rara Angga Diatmi, mengajak masyarakat menjadikan ajaran Hindu sebagai pedoman dalam mengelola penghasilan bulanan agar mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan nilai-nilai spiritual. Melalui siaran Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar edisi Selasa, 14 Juli 2026, ia menjelaskan bahwa kekayaan atau arta merupakan salah satu tujuan hidup dalam konsep Catur Purusa Artha, namun penggunaannya harus selalu berada dalam kendali Dharma agar diperoleh dan dimanfaatkan secara benar, jujur, serta membawa manfaat bagi sesama.
Menurutnya, penghasilan bulanan bukan semata hasil kerja keras manusia, melainkan juga anugerah Tuhan yang harus dikelola dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab. Ia menekankan bahwa masyarakat Hindu mengenal prinsip pembagian penghasilan untuk kepentingan Dharma, memenuhi kebutuhan hidup, menabung demi masa depan, serta mengembangkan kemampuan diri agar kualitas hidup terus meningkat.
“Gaji yang kita terima setiap bulan sesungguhnya bukan hanya hasil kerja kita semata, tetapi juga merupakan anugerah, sehingga pengelolaannya harus dilakukan dengan penuh kesadaran,” ujar Ida Ayu Rara Angga Diatmi. “Arta atau kekayaan memang penting, tetapi tidak boleh berdiri sendiri karena harus selalu berada dalam kendali Dharma,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Rara juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam mengelola keuangan saat ini berasal dari gaya hidup konsumtif, pengaruh media sosial, hingga keinginan untuk mengikuti tren. Ia mengatakan ajaran Aparigraha, yakni hidup tidak berlebihan dan tidak melekat pada materi, menjadi salah satu solusi agar seseorang mampu mengendalikan pengeluaran dan menghindari perilaku boros.
Selain itu, ia mengaitkan pengelolaan keuangan dengan konsep Tri Rna atau tiga utang suci manusia kepada Tuhan, orang tua dan leluhur, serta para guru. Menurutnya, menyisihkan penghasilan untuk yadnya, membantu keluarga, mendukung pendidikan, dan kegiatan sosial merupakan bentuk nyata pelaksanaan Dharma melalui pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.
“Bukan berapa besar gaji kita, tetapi bagaimana kita mengelolanya,” tegasnya. “Mulailah dari sekarang, dari hal kecil dengan niat yang tulus agar gaji menjadi sarana berbuat Dharma dan mencapai kehidupan yang seimbang lahir maupun batin,” pungkas Rara.
Melalui siaran tersebut, masyarakat diharapkan mulai membiasakan mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dengan keinginan, menyusun perencanaan keuangan sederhana, serta menumbuhkan rasa syukur dalam setiap penggunaan rezeki. Langkah tersebut diyakini mampu membantu menciptakan kehidupan yang lebih tenang, sejahtera, dan selaras dengan nilai-nilai ajaran Hindu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....