Gaji Cepat Habis? Hindu Punya Cara Bijak Mengelola Keuangan

  • 09 Jul 2026 07:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ida Ayu Rara Angga Diatmi, mengajak masyarakat menerapkan manajemen keuangan berdasarkan ajaran Hindu dalam program Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu, 8 Juli 2026. Melalui tema Manajemen Keuangan Perspektif Hindu Terkait dengan Penghasilan Bulanan, ia menekankan bahwa penghasilan bukan sekadar hasil kerja, melainkan anugerah yang harus dikelola secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Menurutnya, ajaran Hindu menempatkan Artha sebagai salah satu tujuan hidup dalam konsep Catur Purusa Artha, namun penggunaannya harus selalu berada dalam kendali Dharma. "Cara kita mendapatkan dan menggunakan uang harus benar, jujur, dan tidak merugikan orang lain," ujar Rara saat menjelaskan bahwa kekayaan memiliki nilai spiritual apabila dimanfaatkan untuk kebaikan.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Badung tersebut menjelaskan, penghasilan bulanan idealnya dibagi untuk memenuhi empat kebutuhan utama, yaitu pelaksanaan dharma dan yadnya, kebutuhan hidup sehari-hari, tabungan atau persiapan masa depan, serta pengembangan diri dan usaha. Pembagian tersebut dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara tanggung jawab sosial, kebutuhan keluarga, dan peningkatan kualitas hidup.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif yang dipengaruhi tren, media sosial, maupun keinginan untuk terlihat lebih mampu. "Bukan berapa besar gaji kita, tetapi bagaimana kita mengelolanya," katanya, seraya menegaskan bahwa kebiasaan mengatur keuangan jauh lebih penting daripada besarnya penghasilan.

Dalam pemaparannya, Rara juga mengangkat konsep Tri Rna, yakni tiga utang suci manusia kepada Tuhan, orang tua dan leluhur, serta para guru. Ia menilai pengelolaan keuangan yang baik dapat menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban spiritual melalui yadnya, membantu orang tua, mendukung pendidikan anak, dan kegiatan sosial.

Ia juga mengajak masyarakat membiasakan mencatat pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun perencanaan keuangan sederhana setiap bulan. "Jika kita mampu menunda keinginan, maka kita sudah selangkah lebih bijak," ungkapnya saat mengingatkan pentingnya pengendalian diri dalam mengelola penghasilan.

Menjelang akhir siaran, pendengar diajak menjadikan rasa syukur sebagai fondasi dalam mengelola rezeki agar tidak mudah terpengaruh oleh gaya hidup berlebihan. "Mulailah dari sekarang, dari hal kecil dengan niat yang tulus," pesan Rara, seraya berharap masyarakat mampu menjadikan gaji sebagai sarana berbuat dharma dan mewujudkan kehidupan yang seimbang, damai, serta penuh berkah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....