Pemuda Bali Belajar AI lewat Istilah Tradisional "Agurung-agurung"

  • 04 Jun 2026 13:00 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Cepatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), komunitas Bahasa Ibu Wiki justru memilih menggunakan istilah tradisional Bali untuk mendekatkan literasi digital kepada generasi muda. Agurung-agurung, dalam bahasa Bali, berarti transfer ilmu atau proses berbagi pengetahuan.

Melalui program “Wikiton Partisipasi Publik Agurung-agurung”, mengajak pemuda Bali berdiskusi tentang pendidikan, literasi digital, dan penggunaan AI secara bijak di tengah derasnya arus informasi. Manajer Wikiton Partisipasi Publik Bahasa Ibu Wiki, Juni Antara, mengatakan penggunaan istilah tradisional sengaja dipilih agar teknologi terasa lebih dekat dengan budaya lokal.

“AI sekarang sudah dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan anak SD pun sudah familiar. Tapi banyak yang belum memahami fungsi dan manfaatnya,” ujarnya dalam program siaran radio di 95,3 FM RRI Pro 2 Denpasar.

Menurut Juni, isu literasi digital menjadi salah satu perhatian utama setelah dibahas dalam Konferensi Pemuda Bali yang melibatkan berbagai komunitas dan anak muda dari sejumlah daerah di Bali. Dari diskusi tersebut, muncul keresahan yang sama, teknologi berkembang terlalu cepat, sementara kemampuan memahami dan menyaring informasi belum tentu ikut tumbuh.

Tidak hanya melalui lomba menulis, program tersebut juga membuka ruang diskusi, voting, komentar publik, hingga forum pengembangan diri bagi pemuda Bali. Bagi Rianti, Koordinator Yowana Abinaya Karangasem, program itu menjadi pengalaman yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia digital.

Ia mengaku awalnya tidak memiliki kemampuan menulis maupun keberanian menyampaikan ide di ruang publik. Namun melalui berbagai kegiatan yang diikutinya, ia perlahan mulai percaya diri. “Dulu saya bingung bagaimana menyampaikan ide yang saya punya. Sekarang saya bisa lebih berani berbicara dan menulis,” katanya. Pengalaman itu bahkan membawanya menjadi juara lomba esai tingkat nasional hingga berkesempatan mengikuti kegiatan di Jakarta.

Di tengah kekhawatiran tentang dampak negatif teknologi terhadap generasi muda, pendekatan seperti agurung-agurung menghadirkan cara yang berbeda, mempertemukan budaya lokal dengan dunia digital tanpa harus saling menyingkirkan. Bagi Bahasa Ibu Wiki, teknologi bukan sesuatu yang harus ditakuti. Yang lebih penting adalah memastikan anak muda memiliki ruang untuk belajar, berpikir kritis, dan berani bersuara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....