Karir dan Keluarga Beradu Prioritas, Mampukah Perempuan Menyeimbangkannya?

  • 04 Jun 2026 16:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Perempuan masa kini memiliki kesempatan yang semakin luas untuk berkiprah di berbagai bidang kehidupan, mulai dari ekonomi, sosial hingga politik. Namun di balik berbagai capaian tersebut, muncul tantangan baru berupa upaya menyeimbangkan antara kesuksesan karir dan keharmonisan keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung, Ni Made Tisna Irawan, dalam program Surya Puja di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, 4 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa posisi perempuan dalam masyarakat telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dibandingkan masa lalu.

"Kini perempuan telah memasuki berbagai ruang publik dengan beragam peran strategis, bahkan menjadi motor penggerak modernisasi," ujarnya. Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan semakin terbukanya kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri.

Meski demikian, keberhasilan perempuan dalam dunia kerja juga membawa konsekuensi yang perlu dicermati. Kesibukan dan tuntutan profesional sering kali mengurangi waktu yang sebelumnya digunakan untuk menjalankan peran dalam rumah tangga.

Tisna Irawan mengatakan bahwa kehadiran pihak ketiga seperti pengasuh atau asisten rumah tangga hanya bersifat membantu. "Pihak ketiga tersebut sebenarnya hanya bertugas membantu, bukan menggantikan peran utama perempuan dalam rumah tangga," katanya.

Dalam perspektif Hindu, perempuan dan laki-laki memiliki kedudukan yang sejajar sebagaimana tercermin dalam konsep Ardhanariswari. Namun demikian, perubahan sosial yang berlangsung cepat sering kali menghadirkan tantangan baru dalam kehidupan keluarga.

Ia juga mengingatkan bahwa perempuan tidak hanya perlu memperhatikan kecantikan fisik, tetapi juga kecantikan batin. "Kekuatan batin jauh lebih menentukan ketahanan sebuah rumah tangga dibanding kecantikan fisik semata," ungkapnya.

Sebagai teladan, ia menyinggung kisah Dewi Drupadi dalam epos Mahabharata yang menunjukkan pentingnya kesabaran, kelembutan, dan kecerdasan emosional dalam membangun hubungan rumah tangga. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern saat ini.

Di akhir siaran, Ni Made Tisna Irawan mengajak perempuan untuk mampu menjalankan kedua peran secara seimbang. "Karir itu penting, tetapi keluarga adalah sumber ketenangan, sumber kebahagiaan dan tujuan akhir dari setiap usaha," tuturnya.

Melalui pemahaman tersebut, perempuan diharapkan dapat meraih keberhasilan dalam dunia kerja tanpa mengabaikan peran sebagai istri dan ibu. Keseimbangan antara karir dan keluarga dinilai menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, bahagia, dan bermakna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....