Kemenag Bali Imbau Umat Sembahyang Kuningan sebelum tengah Hari
- 25 Jun 2026 12:10 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Penyuluh Ahli Madya Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Bali, I Gusti Putu Suana,S.Ag.,M.Si., mengimbau seluruh umat Hindu di Pulau Dewata, agar melaksanakan persembahyangan Hari Raya Kuningan, secara tepat waktu sebelum memasuki tengah hari. Imbauan ini didasarkan pada ketetapan sastra agama serta perputaran energi alam semesta, yang membatasi prosesi pengantaran sesajen atau mebanten hingga pukul 12.00 Wita.
Suana menjelaskan batas waktu pelaksanaan ini sangat krusial, karena berkaitan erat dengan momentum kembalinya para dewa, bhatara, dan roh leluhur menuju kahyangan, setelah turun ke bumi memberikan berkah sejak hari Galungan. Jika melewati ambang batas paruh hari tersebut, getaran spiritual di alam dipercaya telah beralih, sehingga persembahan yang dihaturkan tidak lagi efektif diterima oleh para leluhur.
Terkait ketetapan batas waktu esensial tersebut, Suana memberikan penjelasan mendalam berdasarkan petunjuk Lontar Sundarigama. "Prosesi ritual pelepasan leluhur dan para dewa menuju nirwana dijadwalkan selesai tepat pada tengah hari, sehingga seluruh persembahyangan dan penghantaran sesajen harus sudah rampung sebelum mereka kembali," ujar Suana ketika berbincang dalam acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 23 Juni 2026.
Suana menambahkan secara ilmiah spiritual Hindu, pembatasan waktu ini juga dipengaruhi oleh siklus energi makrokosmos atau Panca Mahabhuta, yang menyelimuti atmosfer bumi sepanjang hari. Sebelum pukul 12.00 Wita, kondisi alam semesta dinilai berada pada puncak kesucian dan kekuatan positif, yang sangat efektif bagi manusia untuk menyerap energi spiritual.
Sebaliknya, kondisi alam akan mengalami transisi fase pralin atau kembali ke asal, ketika posisi matahari sudah mulai condong bergerak ke arah barat. Perubahan waktu tersebut memicu masuknya vibrasi energi negatif atau tamasikala, sehingga umat Hindu sangat dilarang melakukan pemujaan khusus Kuningan, selepas siang hari demi menjaga keselamatan batin.
Di akhir perbincangan Suana kembali mengingatkan umat untuk disiplin menaati aturan pembatasan waktu, demi menjaga kesucian esensi perayaan spiritual ini. "Sembahyang lewat tengah hari diyakini membuat persembahan tidak lagi diterima oleh para dewata, karena mereka telah kembali, sehingga kedisiplinan waktu ini menjadi wujud kesadaran spiritual yang wajib dihormati," ucap Suana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....